<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685</id><updated>2012-01-20T19:59:25.243+07:00</updated><category term='Merah Putih'/><category term='Segar'/><category term='Damai'/><category term='salam'/><title type='text'>sehat itu berkat</title><subtitle type='html'>In a disordered mind, as in a disordered body, soundness of health is impossible. ~Cicero</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-1844684616996714534</id><published>2012-01-12T22:35:00.004+07:00</published><updated>2012-01-13T21:20:38.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Mendengar atau mendengarkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G7L54uiSSj0/TxA8-s0-qRI/AAAAAAAAAIo/njkUz8ycJs0/s1600/listening.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-G7L54uiSSj0/TxA8-s0-qRI/AAAAAAAAAIo/njkUz8ycJs0/s200/listening.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697120576506603794" /&gt;&lt;/a&gt; Mendengar itu berbeda dengan mendengarkan. Ketika hanya mendengar, kita hanya "mendengar" bunyi, tapi tidak paham maksud yang disampaikan dari lawan bicara. Mendengar saja bisa membuat kita salah paham.Tapi saya punya pengalaman lucu tentang mendengar dan mendengarkan ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam adik saya membeli lauk untuk makan malam. Mama saya yang sedang berada di kamar mandi menanyakan” Kamu beli udang ya?“, Tanya mama saya pada adik saya. ” Apa?? Mama tidak selera makan ?”, jawab adik saya.&lt;br /&gt;Saya yang mendengar percakapan itu dari ruang keluarga hanya tertawa, “Waduh..pada gak nyambung nih”, celetuk saya sambil terbahak. Adik saya hanya bengong terheran-heran.  Lalu saya menjelaskan apa yang ditanyakan mama saya sebenarnya. Kami pun tertawa bersama.  &lt;br /&gt;Adik saya ternyata hanya mendengar namun tidak mendengarkan, padahal jarak saya lebih jauh dari mama saya daripada adik saya. Tapi kejadian seperti itu juga sering saya alami sendiri. Tidak nyambung sama sekali dalam pembicaraan karena hanya mendengar bukan mendengarkan.&lt;br /&gt;Seperti juga kalau kita mendengar curhatan teman atau orang-orang terdekat. Sering karena hal lain yang dipikirkan kita menjadi tidak mendengarkan seutuhnya. Mengakibatkan kita tidak bisa memberikan solusi yang tepat.&lt;br /&gt;Di bangku sekolah dulu, sewaktu kita mendengarkan penjelasan guru sering juga hanya “mendengar”. Bisa karena bosan, lapar, atau tidak suka dengan pelajarannya.  &lt;br /&gt;Kalau dari kejadian seperti itu, dampaknya tidak terlalu besar. Namun jika sudah menyangkut keadaan serius maka akan bisa berakibat fatal.&lt;br /&gt;Misalkan saja saat mendengarkan presentasi proyek di kantor. Ketika kita hanya mendengar maka hanya akan menangkap separuhnya bukan keseluruhan.  Bisa jadi karena itu, keputusan yang kita buat tidak sesuai.&lt;br /&gt;Selain itu, jika kita benar-benar mendengarkan maka lawan bicara kita merasa lebih di hargai. Mari mulai belajar mendengarkan bukan hanya mendengar &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-1844684616996714534?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/1844684616996714534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2012/01/mendengar-atau-mendengarkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1844684616996714534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1844684616996714534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2012/01/mendengar-atau-mendengarkan.html' title='Mendengar atau mendengarkan'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G7L54uiSSj0/TxA8-s0-qRI/AAAAAAAAAIo/njkUz8ycJs0/s72-c/listening.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-5701607326349988780</id><published>2012-01-06T21:09:00.009+07:00</published><updated>2012-01-13T21:20:38.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Resolusi-New Revolution 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8FXYq2ES_LU/TwcJBaDYU0I/AAAAAAAAAGo/sx-GNoOpK_U/s1600/new-year-s-resolution-pic-getty-681635794.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8FXYq2ES_LU/TwcJBaDYU0I/AAAAAAAAAGo/sx-GNoOpK_U/s320/new-year-s-resolution-pic-getty-681635794.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694530173611299650" /&gt;&lt;/a&gt; Menjelang tahun baru selalu membawa kegelisahan tersendiri bagi saya. Setelah melewati kemeriahan Natal, selalu muncul pikiran..Gosshh..sebentar lagi tahun baru &gt;.&lt;. Apa yang sudah saya perbuat selama tahun ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keputusan-keputusan yang saya buat tahun ini sudah tepat, apa saya sudah lebih rajin berdoa, apa saya sudah memenuhi resolusi tahun sebelumnya..dan soon..dan soon..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya apa resolusi tahun ini, mmm...ternyata sama dengan tahun yang lalu. karena saya belum memenuhi apa yang menjadi resolusi saya di tahun 2011. Sedikit kecewa juga, karena saya tidak bisa memnuhi janji pada diri sendiri.Walaupun resolusi saya hanya sekedar bisa masak dan nyetir mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau alasan kenapa tahun ini semua keinginan saya tidak terpenuhi banyak sekali alasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak bisa masak sampai sekarang ?&lt;br /&gt;karena ada mbak yang bantu bersih-bersih di rumah, sudah sekalian masak. Nanti kalau saya masak juga tidak ada yang makan*karena jelas gak enak ^^, masak buang-buang makanan hanya karena saya masak makanan yang gosong atau terlalu asin atau hambar, tidak ada rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak bisa nyetir mobil sampai sekarang?&lt;br /&gt;karena saya maunya belajar nyetir diajari oleh adik-adik saya. Tapi tidak ada yang mau*takut dengan saya yang sering disorientasi posisi kali yaaa...&lt;br /&gt;Trus kalau disuruh les setir mobil, saya maunya cari tempat les yang tidak langsung belajar di jalan yang ramai tapi belajar di lapangan dulu.&lt;br /&gt;Nah tempat les itu sudah ada dekat rumah... tapi mahal, butuh menabung dulu. Dan saya belum selesai menabungnya ternyata sudah tahun 2012..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun kebanyakan ngeles ya dari tadi. Dan itu kesimpulan saya pada diri sendiri, ternyata saya kebanyakan ngeles. Jadi pada akhirnya malah saya tidak belajar apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selain resolusi tahun 2012 saya yang sama dengan resolusi tahun 2011, saya harus menambahkan lagi satu resolusi. Jangan banyak alasan, jangan sering menunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi yang satu ini bakalan menjamin kalau saya bisa belajar banyak hal, tidak hanya tahun 2012 ini tapi juga di tahun-tahun yang akan datang...yaa kalau ini terpenuhi...haha  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-5701607326349988780?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/5701607326349988780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2012/01/resolusi-new-revolution-2012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5701607326349988780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5701607326349988780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2012/01/resolusi-new-revolution-2012.html' title='Resolusi-New Revolution 2012'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8FXYq2ES_LU/TwcJBaDYU0I/AAAAAAAAAGo/sx-GNoOpK_U/s72-c/new-year-s-resolution-pic-getty-681635794.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-305676632516355822</id><published>2011-10-26T13:49:00.005+07:00</published><updated>2012-01-06T15:05:42.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Antara saya, materai dan perangko 3.000 perak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gIhJF8cwOFQ/TwarDfumi2I/AAAAAAAAAGc/2zI3kVG0LcA/s1600/Materai_3000-120x120.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gIhJF8cwOFQ/TwarDfumi2I/AAAAAAAAAGc/2zI3kVG0LcA/s320/Materai_3000-120x120.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694426855401491298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah baca cerita saya tentang pelayanan publik di kantor pos yang saya tulis di "Melayani dengan tulus". Jangan sampai tertukar antara perangko dan materai ya kalau membeli di kantor pos. Kenapa? karena bakal keropatan seperti yang saya alami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, saya pergi ke kantor berencana untuk mengurus pembayaran iklan yang saya garap. Tempat yang memasang iklan ternyata membutuhkan materai Rp.3.000 karena merupakan instansi pendidikan dan membutuhkan laporan secara resmi.&lt;br /&gt;Dengan semangat hari itu saya datang ke kantor agak pagi.Meminta materai ke bagian administrasi.&lt;br /&gt;Setau saya materai Rp. 3.000 itu berwarna coklat, tapi yang saya terima lembaran Rp. 3.000 yang berwarna biru dan seperti... perangko.Memang sih sedikit mirip...ada tulisan Rp. 3.000nya.&lt;br /&gt;"Mba ini beneran materai ya?", saya bertanya dengan nada tidak yakin ke mbak bagian administrasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. aku suruh mas OB kemarin beli di kantor pos. Minta dibeliin materai 3.000, 20 lembar", jawab mba adminku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali bertanya, "Beneran ini mba materai 3.000. Setau saya materai warnanya coklat dan ada lambang garuda ples tulisan materai", kata saya sambil membolak-balikkan materai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin materai baru. Dipakai saja dulu", kata mbak admin lagi berusaha meyakinkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati saya bawa materai itu ke lobi depan untuk menempelkan ke kertas invoice. karena tetap tidak yakin itu materai 3000, saya tanyakan ke beberapa teman yang lain yang ada di lobi. "Ini materai apa perangko ?", saya bertanya sambil menunjukkan materai alias perangko itu ke teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 2 orang yang saya tanyai, semua menjawab itu perangko.Hehe..tentu saja saya percaya, karena memang dari awal saya yakin itu perangko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan yakin, perangko itu saya kembalikan ke mbak admin.Untuk memastikan sebenarnya itu benda apa, mbak admin lalu membuka laporan keuanganya...yang disana tertulis beli perangko Rp. 3000, 20 lembar.Hehe, saya tersenyum penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf ya, ternyata aku yang salah.Hehe...mas OB berarti kemarin belinya salah", kata mbak admin sambil tersenyum lebar."Aku juga gak ngecek lagi waktu dia ngasih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua hanya bisa tertawa, dan saya merasa lega tidak jadi menempel materai alias perangko itu di invoice. Bisa-bisa diketawain klien habis-habisan.Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya memang butuh materai itu dan kantor pos tempat membelinya dulu dekat dengan rumah saya, saya menawarkan diri untuk menukarkan di kantor pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak admin akhirnya memberikan saya nota pembelian perangko itu *yang memang disana tertulis perangko tapi sebenarnya mau ditulis materai, dan tulisan materainya di coret*.&lt;br /&gt;Kami menduga-duga, jangan-jangan kantor pos yang salah memberikan perangko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mbak admin memberikan memo tulisan tangannya. Begini bunyinya :"Mintanya materai, kok dikasih perangko".Saya tersenyum geli membaca memonya. Lalu mbak admin menandatanganinya dan diberi cap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung menuju ke kantor pos dekat rumah walaupun panas di luar.&lt;br /&gt;Sebenarnya malu sih, karena karyawan-karyawan di kantor pos itu mungkin masih mengingat saya dan kelakuan aneh saya, baca "Melayani dengan Tulus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dengan modal memo tadi *dan keyakinan kalau kantor pos yang salah* saya mantap menuju meja petugas kantor pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, beberapa hari yang lalu teman saya membeli materai di kantor pos ini. Tapi ternyata dikasih perangko". "Ini ada memo dari bagian admin saya, dan ini nota pembeliannya", saya menerangkan masalahnya dengan cukup yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas kantor pos membaca memo yang saya berikan. Melihat wajahnya menjadi masam, nyali saya pun menjadi ciut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah mbak, ini bukan salah kantor pos. Yang beli pasti memang minta perangko". Nyali saya semakin ciut saat pak petugas ini menanyakan ke temannya yang lain...dan semuanya bilang yang beli memang minta perangko bukan materai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan saya runtuh seketika.Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai memasang jurus memelas. " Mmmm...tapi pak apa bisa ditukar, karena memang kami butuhnya materai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati, bapak itu mengambil buku benda pos *buku hitam gede yang ada perangko dan materai di antaranya itu lho"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Materai 3000 gak ad mba. Adanya 6.ooo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau besok pas ada materai 3000, baru saya tukar gimana pak?", saya masih berusaha mendapatkan materai 3.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas saja bapaknya sewot, "Gak bisa mbak. ini saja sebenarnya perangko diganti materai gak boleh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar setelah itu saya tidak ada keberanian untuk merayu atau sekedar ngeles. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah pak. kalau begitu ganti saja dengan materai 6000, 10 lembar", saya pasrah. Gak jadi deh dapat materai 3.000.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberikan materainya, saya mengucapkan terimakasih. Tapi bapak yang lagi sewot berat itu tidak membalas. Ya sudahlah, paling tidak perangko 3000 tidak mubazir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian kembali ke kantor menerjang panas jalanan lagi. &lt;br /&gt;Sampai di kantor saya ceritakan pada mbak admin kalau saya berhasil menukar perangko jadi materai 6000 rupiah.Saya ceritakan dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba mbak admin mengajukan pertanyaan yang membuyarkan semuanya, "Notanya mana? nanti mau aku masukin laporan keuangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepok jidat deh...nota nya saya tinggalkan di kantor pos, di meja pak petugas pos yang sepertinya masih sewot.Huhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah saya pusing hari itu karena materai dan perangko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita antara saya, materai, dan perangko 3.000 perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*akhirnya saya memberanikan diri ke kantor pos lagi. menjelaskan ke pak petugas pos itu lagi, betapa pentingnya nota itu untuk laporan keuangan kami dan ternyata...sudah dibuang...dan lagi bapak itu tidak mau membuat nota baru...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-305676632516355822?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/305676632516355822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/10/antara-saya-materai-dan-perangko-3000.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/305676632516355822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/305676632516355822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/10/antara-saya-materai-dan-perangko-3000.html' title='Antara saya, materai dan perangko 3.000 perak'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gIhJF8cwOFQ/TwarDfumi2I/AAAAAAAAAGc/2zI3kVG0LcA/s72-c/Materai_3000-120x120.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-1690495812804799785</id><published>2011-08-21T20:02:00.009+07:00</published><updated>2011-08-22T14:16:35.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merah Putih'/><title type='text'>Meriahnya 17an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dpdX22g3P6Y/TlEwhURqiZI/AAAAAAAAAGU/ambx-ipmhNU/s1600/s5032895.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dpdX22g3P6Y/TlEwhURqiZI/AAAAAAAAAGU/ambx-ipmhNU/s320/s5032895.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643345157008558482" /&gt;&lt;/a&gt; Sudah lewat 3 hari dari perayaan 17 Agustus. Memang perayaan tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lomba makan kerupuk, memasukan jarum dalam benang, memasukkan pensil dalam botol,lomba sepeda hias, atau lomba tarik tambang.Tapi tetap saja ada malam Tirakatan. Walaupun sederhana tetap bisa mengakrabkan satu sama lain. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya SD dulu kemeriahan acara 17 Agustus sudah terasa sebulan sebelum hari H.  Kami sibuk mengikuti berbagai lomba dan juga sibuk mempersiapkan diri untuk mengisi acara Tirakatan. Ada drama , tarian dan nyanyian. Selain sibuk latihan kami juga sibuk mencari kostum untuk tampil. Pernah suatu kali acara Tirakatan dilakukan bersama-sama dengan RT yang lain. Acaranya sangat meriah, dan kami memainkan drama perjuangan di atas panggung yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orangtua juga tidak mau ketinggalan. Ibu-ibu sibuk dengan lomba menghias tumpeng, sedangkan bapak-bapak mengikuti lomba memasak nasi goreng. Acara yang melibatkan semua warga adalah jalan santai yang dibanjiri doorprize. 17an juga dimeriahkan dengan adanya jalan santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 16 Agustus baru dilakukan malam tirakatan.Di malam tirakatan yang paling ditunggu adalah pembagian hadiah untuk pemenang lomba-lomba yang diadakan sebelumnya. Menjelang pukul 12 malam -menuju tanggal 17 Agustus- kami beramai-ramai akan berjalan mengelilingi kompleks. Di depan barisan ada yang membawa obor dan bendera merah putih. Kami mengelilingi gang sambil merenungi kemerdekaan..Ha..ha..indahnya masa-masa itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahun ini tidak semeriah itu. Hanya ada jalan santai bersama dan Tirakatan yang sangat sederhana. Di malam Tirakatan hanya ada sambutan dari ketua RT, pembacaaan pidato Gubernur DIY, dan akhirnya makan-makan. Yup..makan-makan yang sangat sederhana. Kacang rebus, pisang rebus dan wedang jahe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sederhana malam tirakatan kali ini, namun mendekatkan satu sama lain. Terbukti lho..saya baru bertemu dengan tetangga yang ternyata sudah satu tahun ini tinggal di rumah yang berjarak hanya tiga rumah dari rumah saya di acara tirakatan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan 17 Agustus memang tidak seperti dlu lagi. Namun kita tetap harus menyimpan rasa syukur akan kemerdekaan ini di dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sehat ^ ^&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-1690495812804799785?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/1690495812804799785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/08/meriahnya-17an.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1690495812804799785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1690495812804799785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/08/meriahnya-17an.html' title='Meriahnya 17an'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dpdX22g3P6Y/TlEwhURqiZI/AAAAAAAAAGU/ambx-ipmhNU/s72-c/s5032895.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-6022746824008470111</id><published>2011-05-29T21:41:00.011+07:00</published><updated>2011-07-21T21:28:54.596+07:00</updated><title type='text'>Melayani dengan Tulus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nu2x-mo1B0g/Tig3CtEVOTI/AAAAAAAAAFg/tJUGNt5BBNA/s1600/kasih-dan-cinta-lillahi-taala1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nu2x-mo1B0g/Tig3CtEVOTI/AAAAAAAAAFg/tJUGNt5BBNA/s200/kasih-dan-cinta-lillahi-taala1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631811853623834930" /&gt;&lt;/a&gt; Dalam sebulan terakhir ini saya mendapatkan pengalaman menarik yang berhubungan dengan pelayanan pada pelanggan di beberapa tempat umum. Pengalaman yang membuat saya ingin suatu saat kalau punya usaha sendiri, saya akan melayani pelanggan saya dengan setulus hati..^^ Karena diperlakukan kurang baik itu sungguh tidak mengenakan.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, dari rumah saya sudah berencana untuk mengirim beberapa lamaran kerja lewat kantor pos dekat rumah saya dan setelah itu mencetak foto di tempat langganan saya. Tapi semangat saya dipatahkan setelah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.Tidak hanya sekali, tapi dua kali dalam sehari itu*masih suka sebel sendiri kalau diingat lagi*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama nih waktu di kantor pos.&lt;br /&gt;Saya sudah menyiapkan beberapa amplop untuk diposkan ke berbagai tempat di Indonesia*Semangat 45 melamar pekerjaan*haha...Tapi saya belum beli perangkonya.&lt;br /&gt;Saya lalu membeli perangko pada mbak petugas di kantor pos. &lt;br /&gt;Rencananya saya membeli perangko 2000an 10 lembar. Tapi ternyata saya dikasih perangko 1000an 20 lembar. Ya sudahlah, tidak apa-apa, begitu pikir saya*cuma nempelin perangkonya jadi banyak sekali*.   &lt;br /&gt;Saya lalu menuju meja untuk menempelkan perangko, ternyata dari jauh mbaknya melihat kalau yang mau saya tempelin perangko itu amplopnya besar dan isinya lamaran pekerjaan. "Untuk surat lamaran tujuan Jakarta biayanya 3.500, tapi tujuan Jogja 2500 saja", begitu kata mbak itu dari jauh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena merasa nanggung kalau harus pasang perangko 2000an 2 lembar untuk ke Jakarta, saya lalu memutuskan untuk membeli perangko 500an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang pada mbaknya mau beli perangko 500an 5 lembar. Setelah saya serahkan uangnya ke mbak itu."Kurang, seharusnya 7500", kata mbak itu. &lt;br /&gt;Haah? ternyata yang ada perangko 1500an*sudah tidak ada perangko 500an..maklum ya sudah lama sekali tidak bersahabat pena*..hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sebal rasanya. Kalau memang tidak ada perangko 500an kan bisa beritahu saya dulu, jadi saya bisa memutuskan mau beli berapa lembar. Ya sudah akhirnya saya bayar saja 7500 karena sudah disodorkan di depan saya. Lagian perangkonya bisa dipakai untuk lain kali.*sigh..bawa pulang banyak perangko*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua di tempat cetak foto&lt;br /&gt;Ceritanya foto yang ingin saya cetak tersimpan dalam bentuk doc word. Sebenarnya ingin saya simpan dalam format jpg tapi tidak tahu caranya sodara-sodara..hehe^^ *ternyata tinggal dikopi, simpan di paint trus save saja, terserah mau disimpan dalam jpg atu bmp*.Doc itu saya simpan ke flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masuk ke tempat cetak foto, seorang mbak karyawan langsung menyapa saya dan menanyakan ada yang bisa dibantu atau tidak. Saya bilang kalau mau mencetak foto. Lalu saya duduk di kursi depan meja komputer yang biasa digunakan untuk transfer data dari flash ke komputer. Di depan saya duduk seorang mas karyawan. Dia duduk malas-malasan,menaruh kepalanya di meja bertumpu pada satu tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak yang menyapa saya di awal tadi lalu meninggalkan saya karena melayani pelanggan lain yang datang lebih dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin sebel itu mas karyawan yang duduk di depan saya, tidak berinisatif sama sekali untuk menanyai saya perlu apa. Mas itu malah sibuk mengobrol dengan temannya yang lain.Setelah saya panggil berulang kali, baru dia menengok. Saya bilang pada mas itu kalau saya mau mencetak foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flashnya lalu saya serahkan ke mas itu sambil saya jelaskan kalau format fotonya itu dalam bentuk doc word karena saya tidak tahu caranya simpan dalam bentuk jpg dan apa bisa dibaca di komputer situ.&lt;br /&gt;Belum apa-apa masnya sudah menyahut "Yah..kalau gitu gak bisa"..Kelihatan sekali dia tidak berusaha mencari tahu apa permaslahannya dan mencari solusinya. Lalu saya jelaskan sekali lagi masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masnya mulai mencolokkan flash ke komputer, sambil mendengarkan penjelasan saya*untuk kedua kalinya* antara niat tidak niat. Sambil klik sana sini, tiba-tiba masnya bertanya*pertanyaan yang membuat saya serasa jadi orang bego...hedeh*..&lt;br /&gt;"Yang mau dicetak foto kan? kalau dokumen word gitu gak bisa"&lt;br /&gt;Ya ampun..Sudah menjelaskan panjang lebar ternyata tidak didengarkan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saat itu ingin nangis sambil gelesot-gelosot di lantai *tidak saya lakukan..jaim gitu lho...hihi^^*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan....untung saya masih bisa sabar. Saya jelaskan sekali lagi ke mas itu. Sewaktu dibuka ternyata filenya tidak terbaca. Bukan hanya doc foto itu saja yang tidak bisa dibuka, tetapi juga semua file di flash saya tidak terbaca*berarti flashnya yang lagi error*. Kalau ini memang salah saya sendiri sih, tidak teliti kenapa bisa memakai flash yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertambah kesal. Sudah jauh-jauh ke tempat cetak foto itu, menjelaskan ke masnya bikin emosi jiwa, ternyata filenya tidak bisa dibuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah saya dengan perasaan dongkol di hati. Selama perjalanan pulang, saya hanya berpikir mengapa hari ini saya bisa mendapatkan dua perlakuan yang tidak menyenangkan. Apa saya yang salah dan memang tidak bisa menjelaskan dengan baik...Ahhh rasanya tidak juga, menurut saya mereka yang kurang mau untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;Dan saya merasa saya sebagai konsumen berhak mendapatkan pelayanan yang baik.&lt;br /&gt;Benar kan?*berusaha membela diri..hehe*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sehat ^^ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : kuota modem saya sudah habis. Upload gambarnya ditunda dulu ya..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-6022746824008470111?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/6022746824008470111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/melayani-dengan-tulus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/6022746824008470111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/6022746824008470111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/melayani-dengan-tulus.html' title='Melayani dengan Tulus'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nu2x-mo1B0g/Tig3CtEVOTI/AAAAAAAAAFg/tJUGNt5BBNA/s72-c/kasih-dan-cinta-lillahi-taala1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-1255200865388960904</id><published>2011-05-24T16:14:00.009+07:00</published><updated>2011-05-27T22:59:56.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Syukuri apa yang Ada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-O8pJf6C2kfw/Td9nXAvZlpI/AAAAAAAAAFU/xVjuIHBaauI/s1600/jgn%2Bmenyerah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-O8pJf6C2kfw/Td9nXAvZlpI/AAAAAAAAAFU/xVjuIHBaauI/s200/jgn%2Bmenyerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611317305760388754" /&gt;&lt;/a&gt; Saya memang harus didorong suatu kejadian agar menulis di blog saya.Hehe ^^&lt;br /&gt;Kejadian yang mendorong saya untuk menulis kali ini adalah teman saya yang dalam smsnya menyisipkan quote dari Einstein, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Banyak hal dapat dicapai ketika akal dan ketulusan yang tidak bersyarat diizinkan untuk menang&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sms pagi ini dengan teman saya*yang nun jauh di sana (NTT) bekerja di suatu organisasi sosial untuk gizi anak-anak* sebenarnya adalah sms tentang bagaimana caranya memasukkan lamaran kerjaan ke tempat teman saya dulu pernah bekerja. Lalu sms itu berujung membahas siapa ya yang kira-kira akan duluan menikah.haha...^^.. dan di akhir smsnya itulah dia memberikan quote di atas.&lt;br /&gt;Haha...saya lalu langsung teringat dengan lagu "Jangan Menyerah" yang dinyanyikan oleh d'Masiv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Syukuri apa yang ada&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah &lt;br /&gt;Tetap jalani hidup ini&lt;br /&gt;Melakukan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerah...jangan menyerah....&lt;br /&gt;Jangan menyerah......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang mengiringi saya di setiap babak kehidupan saya *cieeeee*..&lt;br /&gt;Beneran lho di setiap babak kehidupan saya.&lt;br /&gt;Saya selalu mendengarnya secara tidak sengaja di saat-saat penting dan genting.&lt;br /&gt;Saya mendengar lagu ini di saat mau berangkat ke Surabaya, mendengar lagu ini di radio mobil kantor waktu menuju bandara Juanda mau berangkat ke Jakarta. &lt;br /&gt;Tidak hanya mendengarkan lagu yang dinyanyikan d'Masiv, tapi juga mendengar versi bajakan *versi treak-treak ples improvisasi*..Hehe.. &lt;br /&gt;Saya mendengar lagu ini dari mas-mas kontrakan sebelah rumah saya, mendengar lagu ini dari mas-mas sebelah tempat kerja saya di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mendengar lagu ini saya selalu diingatkan untuk.. Jangan Menyerah..sesimpel judul lagunya..tapi mendengar kata itu membuat saya bersemangat lagi.Sama seperti quote yang diberikan pada teman saya pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sehat ^ ^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-1255200865388960904?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/1255200865388960904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/syukuri-apa-yang-ada.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1255200865388960904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/1255200865388960904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/syukuri-apa-yang-ada.html' title='Syukuri apa yang Ada'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-O8pJf6C2kfw/Td9nXAvZlpI/AAAAAAAAAFU/xVjuIHBaauI/s72-c/jgn%2Bmenyerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-8733774313995364000</id><published>2011-05-01T14:56:00.011+07:00</published><updated>2011-05-05T11:22:20.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merah Putih'/><title type='text'>Idealisme di Meja Makan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ksl9Thkn7hk/TcITuSb5XbI/AAAAAAAAAEs/QOPSqlqaVt8/s1600/bendera-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ksl9Thkn7hk/TcITuSb5XbI/AAAAAAAAAEs/QOPSqlqaVt8/s200/bendera-indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603062572346072498" /&gt;&lt;/a&gt; Saya bingung ingin menulis apa, tapi ingin tetap eksis^ ^.Mendengar Audrey &amp; Gamaliel Tapiheru menyanyi medley lagu nasional di stasiun tv swasta*bulu kuduk saya berdiri* saya teringat kalau pernah menulis di blog lama dan saya posting ulang disini. Idealisme di Meja makan...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Edan”, kata itu terlontar dari mulut adik saya. Di tangannya ada koran Jawa Pos hari itu. Headline pagi itu apalagi kalau bukan salah satu ulah memalukan dari para anggota DPR. Minta Laptop. Saya hanya menghembuskan napas pelan-pelan. Adik saya yang satu lagi, sudah mulai ikut berkomentar.”Wis jan, mereka tu kaya anak kecil” . Celetukan-celetukan itu bisa menjadi obrolan yang panjang di pagi hari dan tidak akan berhenti kalau ibu saya tidak mengomel menyuruh kami cepat-cepat berangkat sekolah dan kuliah. Obrolan itu terjadi di pagi hari saat kami bisa bangun pagi dan masih sempat sarapan bersama-sama. Sudah banyak yang kami obrolkan tentang bangsa ini di meja makan. Apa saja. Dari lumpur Lapindo yang meluap-luap sampai anggota DPR yang minta laptop.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan itu berlanjut sore harinya ketika waktu untuk membaca koran lebih leluasa. Kami mengutarakan pendapat kami masing-masing, idealisme kami masing-masing dari sudut pandang anak kelas 3 SMP, anak kelas 3 SMA dan mahasiswi semester 6. Kami tidak tahu apa-apa tentang politik negara atau apapun, tapi kami tahu permintaan laptop anggota DPR itu terlalu mengada-ada. Terlalu tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kami terkadang meledak-ledak dalam berkomentar. Tidak habis pikir apa yang mereka pikirkan ketika mengajukan permintaan itu. Dua belas miliar hanya dihabiskan untuk suatu barang yang bernama laptop yang mungkin sebagian besar anggota DPR belum bisa menggunakannnya. Dua belas miliar hanya dihabiskan untuk barang yang dapat mereka beli sendiri tanpa perlu merogoh kantong mereka dalam-dalam. Selain itu patut dicurigai proyek pengadaan laptop ini menjadi salah satu celah untuk memperkaya diri (baca: korupsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi seperti yang sudah diutarakan oleh banyak orang. Apa yang akan mereka berikan kepada rakyat setelah mendapat laptop-laptop itu? Apakah akan menjamin mereka lebih rajin datang rapat membahas masalah-masalah negeri ini? Saya sangat sangsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja diantara mereka masih ada beberapa anggota DPR yang berakal sehat. Menolak pengajuan pengadaan laptop itu. Lebih baik untuk dana pendidikan dan kesehatan. Idealisme mereka masih ada rupanya. Semoga idealisme itu murni, tidak dikotori kepentingan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan sepenuhnya membahas masalah pengadaan laptop anggota DPR, karena masyarakat sudah tahu masalah laptop ini hanya salah satu bentuk kekurangseriusan pemerintah dalam mengurusi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak orang-orang yang peduli pada negeri ini tanpa harus menjadi dewan rakyat. Hal yang paling membuat kami geleng-geleng kepala, misalnya ada salah satu acara di televisi, suatu reality show tentang pembangunan kembali sekolah-sekolah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara itu menimbulkan berbagai perasaan di hati kami. Di satu sisi merasa lega karena ternyata masih ada yang peduli terhadap dunia pendidikan. Namun di sisi yang lain membuat kami mengelus dada melihat kenyataan wajah pendidikan di negeri ini. Kemana para wakil rakyat yang harusnya mengurusi masalah itu? Tidakkah mereka merasa malu karena gagal membangun negeri ini? Pasti mereka lebih sibuk membahas dan memperdebatkan apakah mereka bisa mendapatkan mesin cuci, lemari es atau laptop gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi keheranan saya. Ketika negeri ini dilanda bencana bertubi-tubi, gempa, tanah longsor, banjir, kecelakaan transportasi, di satu titik pemerintah mengatakan biaya penanggulangan bencana sudah menipis. Saya tidak tahu tentang tetek bengek pengaturan kas-kas negara. Tapi mengapa dana pengadaan laptop dapat diusahakan namun dana untuk bencana yang lebih mendesak tidak dapat diusahakan? Bagaimana jika ketika dalam keadaan mendesak kita abaikan saja segala sesuatu yang bersifat formal itu untuk mendanai berbagai bencana tersebut. Dengan berbagai pertimbangan yang matang namun cepat tentunya. Begitu pikiran bodon saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang anak kelas 3 SMP, kelas 3 SMA, dan mahasiswi semester 6 kami merasa dewan-dewan itu tidak memberikan sumbangan apa-apa. Just formal for something called Country. Kami tak habis pikir, apakah para anggota DPR yang meminta laptop itu sudah tidak memiliki idealisme? Suatu ketika adik saya mengajukan pertanyaan entah ketika ada kasus ulah memalukan anggota DPR yang mana (sulit mengingat, saking banyaknya)  ,dimana idealisme mereka? Saya hanya mengatakan saya percaya diantara mereka pasti banyak yang merupakan aktivis semasa mereka kuliah dulu. Penggerak teman-temannya. Berusaha menjadikan bangsa ini lebih baik. Tapi saya juga percaya godaan di gedung wakil rakyat itu terlalu berat sehingga mereka mengorbankan segalanya termasuk idealisme mereka. Tentunya juga masih banyak faktor lain yang menyebabkan mereka seperti sekarang ini. Maaf saya tidak tahu, karena belum pernah menginjakkan kaki di gedung itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya tidak habis pikir, jika terjadi berbagai bencana di negeri ini baik dewan rakyat maupun pemerintah bekerja dengan sangat lambat. Saya mulai menyalah-nyalahkan mereka. Namun saya kemudian tersadar kita tidak boleh menyalahkan mereka sepenuhnya. Dewan rakyat dan pemerintah juga manusia yang memiliki keterbatasan. Tentunya mereka membutuhkan waktu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri mereka sedikit kesempatan, saya yakin masih ada beberapa orang yang memiliki idealisme tinggi yang dapat memperbaiki keadaan dewan rakyat agar kepercayaan rakyat kembali lagi.  Sore ini di berita televisi saya mendengar permintaan laptop anggota DPR tidak dipenuhi. Alasannya karena sudah banyak kecaman keras dari masyarakat. Ternyata mereka masih memikirkan rakyat. Untuk apa membahas hal-hal sepele seperti ini berminggu-minggu, namun masalah-masalah rakyat diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin pagi adik saya di puncak emosinya berkata ”Besok pokoknya aku mau jadi aktivis”, Saya hanya tersenyum dan menjawab ” Ya, jadilah seorang aktivis yang tidak hanya berteriak-teriak tetapi juga mencari solusi dan bertindak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu apakah nanti di antara adik-adik saya itu ada yang menjadi seorang aktivis atau setelah kami dewasa kami melupakan semua idealisme kami dari meja makan. Itu tidak penting. Kami semua tetap hanya anak-anak biasa yang sibuk dengan pelajaran, bermain dengan teman-teman, dan pacaran. He…Tapi yang penting kami pernah memiliki idealisme itu dan berusaha menjaganya baik-baik sampai kami besar nanti, sehingga kami, tidak hanya saya dan adik-adik saya tapi juga teman-teman kami dapat menyumbangkan segala idealisme itu untuk kemajuan bangsa ini. Doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-8733774313995364000?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/8733774313995364000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/idealisme-di-meja-makan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8733774313995364000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8733774313995364000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/05/idealisme-di-meja-makan.html' title='Idealisme di Meja Makan'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ksl9Thkn7hk/TcITuSb5XbI/AAAAAAAAAEs/QOPSqlqaVt8/s72-c/bendera-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-719599481405270393</id><published>2011-04-21T21:53:00.018+07:00</published><updated>2011-05-05T20:31:12.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Cinta Tahu Bakso</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Dza9p-Gz6SY/TbC9mfhQp7I/AAAAAAAAAEU/01qBbyKPrpQ/s1600/mom_hug.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Dza9p-Gz6SY/TbC9mfhQp7I/AAAAAAAAAEU/01qBbyKPrpQ/s200/mom_hug.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598182805815207858" /&gt;&lt;/a&gt; Selamat Hari Kartini buat semua cewek, wanita, ibu, dan mama di Indonesia. Hari Kartini mengingatkan perjuangan Kartini menyejajarkan kaumnya dengan kaum pria, hingga melahirkan kesempatan bagi wanita modern di berbagai bidang. Wanita saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun hanya kesederhanaan seorang ibu yang melebihi segalanya. Satu wanita pejuang bagi saya adalah Mama saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama saya seperti mama-mama yang lainnya. Selalu mendukung langkah anak-anaknya. Apapun itu. Walaupun mungkin keputusan-keputusan yang saya ambil terbilang terburu-buru dan labil, tapi Mama saya tetap mendukung saya. Dan percaya anaknya tahu apa yang terbaik.&lt;br /&gt;Dukungan itu tidak selalu secara langsung, tapi bisa juga lewat doa. Doa di pagi hari tidak pernah lupa Mama lakukan di meja doa kecil di samping tempat tidurnya.&lt;br /&gt;Pengorbanannya sudah begitu banyak. Dari hanya sekedar tahu bakso sampai keinginan-keinginannya yang lain.&lt;br /&gt;Ya..tahu bakso..my fave kudapan^^*Setiap ke pasar saya pasti beli tahu bakso*&lt;br /&gt;Ceritanya kemarin Mama membawa pulang satu dus kue, sisa dari rapat di kantornya. Satu dus isinya kue sus, tahu bakso, dan roti coklat.&lt;br /&gt;Kalau ada makanan seperti ini, pasti saya yang pertama menyambarnya..*kurus-kurus begini, makan saya banyak lho...hihihi*.&lt;br /&gt;Ronde pertama saya menyikat kue coklat. Jadi tinggal tersisa tahu bakso dan kue sus. Nah rencananya ronde kedua mau menghabisi tahu bakso.Sewaktu tangan siap mengambil, ternyata Mama juga mau mengambil tahu bakso.Kami berdua hanya tertawa. "Wealah..lali aku nek anake wedok senengane tahu bakso"...*ini bahasa antah berantah sodara-sodara yang berarti "Mama lupa kalau anak mama suka sama tahu bakso"*.&lt;br /&gt;Alhasil Mama tidak jadi memakan tahu bakso itu dan memberikannya pada saya. Hati saya langsung jadi adem banget dan saya memeluk Mama.."Makasih Mama..", teriak saya semangat langsung melahap tahu bakso itu..*maklum rakus sehabis pulang kerja*.&lt;br /&gt;Hanya dari Mama memberikan tahu bakso itu untuk saya, saya jadi lebih merasakan pengorbanan Mama selama ini. Tidak hanya tahu bakso, pasti sudah banyak keinginan-keinginan pribadi Mama yang harus direlakannya untuk suami, anak-anak, dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luv U Ma...Selamat hari Kartini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-719599481405270393?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/719599481405270393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/04/cinta-tahu-bakso.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/719599481405270393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/719599481405270393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/04/cinta-tahu-bakso.html' title='Cinta Tahu Bakso'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Dza9p-Gz6SY/TbC9mfhQp7I/AAAAAAAAAEU/01qBbyKPrpQ/s72-c/mom_hug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-2097737905978166328</id><published>2011-03-27T20:23:00.004+07:00</published><updated>2011-04-22T06:46:54.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Hanya sepintas teringat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--rmvEHoABRY/TY9O2wqb_DI/AAAAAAAAAEM/rMADcSJkwNA/s1600/anjal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--rmvEHoABRY/TY9O2wqb_DI/AAAAAAAAAEM/rMADcSJkwNA/s200/anjal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588772365272874034" /&gt;&lt;/a&gt; Ada pengalaman berkesan yang pernah saya alami dengan anak-anak jalanan. Sebenarnya kejadiannya sudah lama, waktu saya masih bekerja di Jakarta. Walau begitu, saya tetap ingin membagikan cerita ini, karena pengalaman ini membuat hati campur aduk &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu ini bakal menjadi hari Minggu yang seru. Begitu pikiran saya hari itu. Dengan semangat saya berangkat pagi buta jam 5 dari kostan saya di Grogol ke kantor saya di daerah Harmoni, Jakarta Pusat dengan...jengjeng...naik ojek..^^*tanpa helm sodara-sodara..pak ojeknya lupa..tapi sudahlah,jalanan pagi itu masih sepi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor sudah pada penuh anak-anak kantor. Jadi ceritanya hari Minggu itu ada acara kantor "Tea walking" yang diadakan kantor saya. Acaranya di daerah Gunung Mas,Puncak. Paling tidak kami harus sampai di puncak sebelum jam 9, jadi kami harus kumpul pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 6 bus yang membawa kami ke Puncak. Sampai di tempat acara, ternyata di sana sudah didirikan panggung besar. Kami lalu dibagi jadi beberapa kelompok, membaur dengan teman-teman baru dari cabang lain. Setelah itu, seperti acara outbond biasanya..kami berjalan sesuai rute yang ditentukan dan berhenti di beberapa pos untuk menyelesaikan suatu game. Kalau kelompoknya menang, maka akan mendapatkan poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua kelompok menyelesaikan rutenya, semua kembali berkumpul di lapangan tempat awal kami mulai. Di panggung sudah ada band musik yang mengisi acara...dangdut...*itu masih jaman sedang heboh-hebohnya lagu "keong racun" Sinta Jojo*. Acara tentu belum lengkap tanpa doorprize yang selalu ditunggu-tunggu. Apalagi hadiah utamanya sepeda motor...*lumayan lah pada akhirnya saya mendapat DVD player..daripada cuma dapat payung atau handuk..hehe...maafkan saya teman-teman^^ *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menunggu pengumuman doorprize yang diselingi nyanyian dangdut dan acara joget ria..kami juga bisa menyantap makanan yang sudah disediakan dalam jumlah banyak. Ada bakso dan juga es krim. Pada saat itu semua orang sibuk makan dan ada beberapa orang yang ikut maju ke depan panggung untuk berjoget bersama-sama. Sampai tidak banyak yang menyadari apa yang terjadi. Tapi ternyata ada satu teman saya yang menyadarinya. &lt;br /&gt;Teman saya ini tiba-tiba mendatangi saya dengan mata basah. "Lho kamu kenapa?", tanya saya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menarik saya agak menjauh dari panggung. Dengan sedikit sesenggukan dia menunjuk anak-anak jalanan yang ada di sekitar kami. Anak-anak jalanan itu ternyata mengais-ngais tempat sampah untuk mencari makanan yang kami buang, ada yang masih utuh atau sisa sudah dimakan, bahkan sudah terinjak. &lt;br /&gt;Saya kaget sekali, ternyata jumlah anak jalanan itu tidak sedikit. Ada di setiap sudut panggung. Usianya masih kecil-kecil, sepertinya msih ada yang berumur 5 tahunan. &lt;br /&gt;Setiap menemukan makanan mereka akan berebutan. Kalau berhasil mendapatkan makanan akan mereka simpan dalam kantong plastik yang sudah kucel..Mereka juga berani masuk diantara kerumunan orang mencari-cari dus makanan* saya agak tidak sanggup melanjutkan cerita ini...perasaan jadi campur aduk seperti saat itu*. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang terlihat sangat kontras. Anak-anak jalanan itu berebut makanan yang sudah tidak layak, sedangkan kami bersenang-senang disini. Berjoget-joget dan membuang-buang makanan.Saat itu perasaan saya bingung. Berfikir apa yang kira-kira bisa saya lakukan. Saya lalu punya ide. Bukan ide yang aneh-aneh. Hanya bagaimana caranya bisa menyenangkan anak-anak jalanan itu meskipun hanya sebentar.&lt;br /&gt;Saya bilang ke teman saya, saya akan mengantri untuk mengambil beberapa es krim, dan kami akan memberikannya kepada mereka *toh es krimnya masih tersisa sangat banyak*. Teman saya setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil es krim, kami lalu menjauh dari kerumunan. Teman saya lalu memanggil beberapa anak-anak jalanan. Saya menunggu sambil memegang es krimnya. Dari kejauhan saya melihat teman saya berbicara kepada anak-anak itu sambil menunjuk ke arah saya. Begitu melihat apa yang saya pegang, anak-anak itu berlarian ke arah saya. &lt;br /&gt;"Jangan berebut ya. Nanti dibagi sama teman yang lain", begitu saya berkata pada mereka yang berebutan Sedih rasanya melihat mata mereka yang sangat berbinar-binar melihat es krim. Seakan-akan mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Setelah kami bagikan es krimnya, anak-anak itu berlarian masih melanjutkan pencarian makanan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Saya bersyukur sekali masih bisa makan tanpa harus mengais-ngais sampah dan berjanji tidak akan membuang-buang makanan..Sayangnya pelajaran ini juga sering saya lupakan. Setelah itu terkadang saya masih membuang makanan saya kalau tidak saya habiskan dan masih sering mengeluh kalau makanan yang ada tidak sesuai dengan keinginan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah hanya sepintas teringat...Tapi dengan mengingat kejadiaan ini saya bertekad untuk lebih giat belajar bersyukur..dan semoga tidak sepintas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-2097737905978166328?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/2097737905978166328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/03/hanya-sepintas-teringat.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2097737905978166328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2097737905978166328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2011/03/hanya-sepintas-teringat.html' title='Hanya sepintas teringat'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--rmvEHoABRY/TY9O2wqb_DI/AAAAAAAAAEM/rMADcSJkwNA/s72-c/anjal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-7094433658224198002</id><published>2010-12-08T18:12:00.010+07:00</published><updated>2010-12-12T12:29:42.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Abdi Negara Kini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP9s-X-TptI/AAAAAAAAAD8/-0rzggL3g6o/s1600/unduhan"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP9s-X-TptI/AAAAAAAAAD8/-0rzggL3g6o/s200/unduhan" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548273084786779858" /&gt;&lt;/a&gt; Dengan pengalaman kerja yang berhubungan dengan pns di suatu badan pemerintah, saya jadi kurang respek pada mereka. Mulai dari kenyataan yang ternyata bukan hanya desas-desus kalau mereka sering ngaret berjam-jam, sampai pelayanan yang lelet dan tidak efisien &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(walaupun tidak semuanya seperti ini, ada juga pns yang berdedikasi mengerjakan tugas walaupun sudah lewat jam pulang*contohnya Mamak dan Bapak.Hehe..).&lt;br /&gt;Ada satu pengalaman yang akhirnya membuka pikiran saya tentang pekerjaan ini. &lt;br /&gt;Hari itu hari Sabtu. Sepulang dari kerja yang setengah hari itu, saya berencana untuk mengeposkan beberapa lamaran pekerjaan*mencoba peruntungan baru, lalu membeli tiket pulang di Stasiun Gambir untuk dua hari lagi.&lt;br /&gt;Tapi saya keluar kantor sudah pukul 1 lewat, dan kantor pos pusat tutup pukul 2 siang. Waktu terlalu mepet kalau saya memaksakan diri untuk ke kantor pos. Apalagi suasana siang hari itu sangat panas, menghilangkan mood saya seketika.&lt;br /&gt;Setelah membatalkan niat untuk mengeposkan surat lamaran itu, saya langsung menuju Stasiun Gambir naik Transjakarta. Memasuki pintu Stasiun Gambir dengan shelter gambir 2, saya merasa beruntung. Mata saya tertuju pada papan besar berwarna oranye yang bertuliskan kantor pos. Wah kebetulan sekali...ternyata di Stasiun Gambir ada kantor pos..Sejak kapan ya? ^ ^&lt;br /&gt;Saya lalu menuju pintu kantor pos yang digantungi tulisan ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;close&lt;/span&gt;” . Yah wajar saja karena ini sudah jam 2 lewat....pikir saya. Tapi saya tidak menyerah. Celingak-celinguk saya mengintip ke dalam melalui pintu kacanya. Sedikit terlihat bagian dalamnya. Ternyata ada seseorang di dalam. Seorang bapak memakai baju batik coklat.&lt;br /&gt;”Ada apa mbak?” bapak itu bertanya pada saya melalui celah pintu kaca. ”Saya mau ngeposin surat pak”, jawab saya berharap..”kilat khusus?”..”bukan pak”, hampir hilang harapan..&lt;br /&gt;”Ya masuk aja”, kata bapak itu sambil membuka kunci pintunya.&lt;br /&gt;Saya lalu menjelaskan kalau saya mau mengeposkan beberapa surat dan bukan kilat khusus, tapi apa bisa diposkan di situ sekalian saja karena sekarang saya sudah ada disini. Daripada saya harus ke kantor pos pusat yang pasti sudah tutup. Bapak itu tersenyum mengerti.&lt;br /&gt;Bapak ini tampaknya sangat iba pada saya yang sudah kelihatan kucel dan kepanasan. Dia menyalakan AC, dan menyuruh saya untuk duduk di dekat AC*jadi malu sendiri.&lt;br /&gt;Tambah malu lagi, karena saya membuat Bapak itu menunggu karena saya belum memasukkan kertas  yang akan diposkan ke dalam amplop*dan meminjam strepler kertas. Hehehe..&lt;br /&gt;”Santai saja mbak. Tidak usah buru-buru. Saya sekarang juga sedang membereskan dokumen-dokumen”, katanya sambil sibuk membongkar kertas-kertas dari lemari.  &lt;br /&gt;Setelah saya selesai memasukkan kertas-kertas ke dalam amplop, bapak itu menimbang amplop-amplop yang akan saya poskan. Ternyata perangko yang saya tempelkan kurang untuk berat setiap amplop.  Kemudian saya membeli perangko tambahan untuk tiap amplopnya. &lt;br /&gt;Kami berdua mengobrol lumayan banyak selama itu. Ditengah obrolan itu saya tahu nama bapak itu adalah Bapak Juki, dan dia baru 3 bulan dipindahkan dari kantor pos pusat ke kantor pos Gambir ini. Dalam obrolan kami saya bertanya,” Disini ada kantor pos sejak kapan ya pak, perasaan saya sering ke Gambir tapi tidak melihat tanda-tanda ada kantor pos. Apa kebetulan karena saya sedang mencari ya, makanya melihat disini ada kantor pos”. &lt;br /&gt;Pak Juki hanya tersenyum dan bilang, ” Mungkin karena palang tanda petunjuk kantor pos yang saya pasang beberapa hari lalu jadi mbak tahu disini ada kantor pos”. &lt;br /&gt;Saya tersenyum menyadari apa yang dilakukan Pak Juki. Sebuah dedikasi pada pekerjaan. Hal yang tampak sepele namun besar artinya. Memasang palang tanda petunjuk kalau disitu ada kantor pos.&lt;br /&gt;Setelah semua amplop saya di cap, saya mengucapkan terimakasih pada Pak Juki. Pak Juki melepas saya dengan menyilakan saya untuk berkunjung lagi ke sana kalau kebetulan ke Stasiun Gambir.&lt;br /&gt;Selama berjalan keluar kantor pos, saya tersadar ternyata memang masih ada orang yang berdedikasi pada pekerjaan yang dianggap banyak orang sebagai pekerjaan yang santai-santai saja dan cenderung tidak bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : &lt;br /&gt;Mamak saya bekerja sebagai pns sudah 25 tahun. Beberapa hari yang lalu saya sedikit terkejut ternyata sewaktu iseng memasukkan nama Mamak ke kuis fb *&lt;span style="font-style:italic;"&gt;profesi yang sesuai untuk kamu berdasarkan fengshui nama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;* ternyata pekerjaan yang cocok untuk Mamak memang pns. Haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-7094433658224198002?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/7094433658224198002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/12/abdi-negara-kini.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7094433658224198002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7094433658224198002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/12/abdi-negara-kini.html' title='Abdi Negara Kini'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP9s-X-TptI/AAAAAAAAAD8/-0rzggL3g6o/s72-c/unduhan' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-5331524308402230066</id><published>2010-12-06T20:48:00.014+07:00</published><updated>2010-12-12T12:29:42.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Jadi Abdi Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP5dQXPq7cI/AAAAAAAAAD0/7Ng8A0Fyo9Q/s1600/pencari%2Bkerja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width:150px;height:120px;"src="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP5dQXPq7cI/AAAAAAAAAD0/7Ng8A0Fyo9Q/s200/pencari%2Bkerja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547974326666063298" /&gt;&lt;/a&gt;Tanyakan pada beberapa orang, dan mereka akan mengiyakan kalau orang tua mereka menginginkan mereka menjadi abdi negara(a.k.a pegawai negeri), termasuk saya ^^. Dengan berbagai alasan orang tua saya membujuk saya untuk mencoba pns, berusaha mengalahkan idealisme saya untuk menjadi bos buat diri saya sendiri*bos tempat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laundry&lt;/span&gt;-an. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iming-iming mereka mulai dari jenjang karir yang jelas, dan tentunya ada tunjangan kesehatan dan dana pensiun. &lt;br /&gt;Akhir tahun seperti ini banyak sekali lowongan pegawai negeri di berbagai daerah. Salah satu yang akhirnya saya coba untuk memasukkan lamaran adalah lowongan pegawai negeri provinsi kampung halaman saya. Hehe..&lt;br /&gt;Uniknya (atau ribetnya) untuk memasukkan berkas di lowongan pegawai negeri ini, saya harus menyerahkanya sendiri. Tidak bisa diwakilkan, dan tidak ada pengecualian bahkan untuk saya yang saat itu masih bekerja di Jakarta. Alhasil saya harus membolos kerja dua hari untuk kembali ke kampung halaman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui nih, syarat-syarat berkas untuk pegawai negeri itu tidak terlalu banyak, tapi untuk mengurusnya butuh waktu yang banyak. Makanya sebelum saya pulang, orang-orang rumah (Bapak, Mamak, dan Adek  saya) membereskan berkas yang bisa dibereskan sebelumnya seperti kartu kuning (kartu pencari kerja), legalisir ijazah, dll. Sedangkan yang tidak bisa diwakilkan yaitu menulis surat lamaran yang harus dengan tulisan tangan dengan tinta hitam, lalu ditandatangani di atas materai.&lt;br /&gt;Untungnya di kostan saya ada teman seperjuangan yang melamar PNS untuk provinsi lain. Jadilah kami berdua bela-belain menulis surat lamaran pns tengah malam (setelah pulang dari nonton Harry Potter and the Deathly Hollow part 1 di mall dekat kostan..hehe), sebelum keesokan harinya saya harus pulang kampung naik kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain surat lamaran, yang harus saya urus sendiri adalah SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) karena membutuhkan sidik jari* tidak perlu dijelaskan disini ya apa saja syarat untuk bisa mengurus SKCK yang harus dicari kemana-mana mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan...bisa pusing sendiri kalau diingat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita unik selama mengurus SKCK di samsat dekat rumah. Ternyata tidak hanya saya saja yang berencana mengurus SKCK hari itu. Sampai di samsat saya sudah melihat antrian panjang di bagian sidik jari. Sebelum diambil sidik jarinya, saya harus mengisi formulir tentang data diri.Agak aneh juga data yang harus diisikan. Mulai dari yang normal-normal saja seperti jenis rambut dan warna kulit. Sampai yang agak aneh yaitu bentuk dahi (pilihanya melengkung, membulat sampai bingung sendiri membayangkan saya masuk kategori yang mana sambil mengusap-usap jidat^^). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai urusan sidik jari, saya harus memasukkan dokumen saya untuk dicek kelengkapanya...dan ternyata sudah lengkap. Selanjutnya hanya tinggal menunggu SKCK saya jadi. Nah ini dia bagian yang paling sulit. Kalau bisa menunggu sambil duduk santai-santai sampai nama saya dipanggil itu tidak masalah. Tapi ruangan untuk menunggu sangat kecil, dan hanya berisi dua baris kursi tunggu. Dengan banyak orang yang menunggu tidak ada ruangan yang tersisa untuk bergerak leluasa. Semua orang campur baur, mulai dari yang baru mengumpulkan dokumen sampai yang tinggal menunggu.&lt;br /&gt;Saya saja sampai merasa sesak napas, dan Bapak yang mengantar saya lebih memilih untuk menunggu di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 09.30 = memasukkan dokumen&lt;br /&gt;jam 11.00 = petugas membagikan SKCK yang sudah jadi dengan memanggil&lt;br /&gt;jam 11.45 = mendengar kabar kalau yang baru memasukkan dokumen hari itu, SKCK nya baru jadi keesokan harinya (saya tidak mungin menungu besok, karena besok harus daftar online, menyerahkan berkas dan sorenya sudah harus balik ke Jakarta *sigh..benar-benar dikejar waktu)&lt;br /&gt;jam 12.00 = terpotong istirahat sampai 12.30, makan dulu di kantin. Isi perut yang masih    kosong.&lt;br /&gt;jam 12.30 = berjuang lagi di tengah kerumunan orang-orang *berharap kalau kabar tadi siang hanya dihembuskan orang-orang yang mau menyingkirkan saingan agar tidak antri berdesak-desakkan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking berdesakannya orang mengantri, ketika seseorang dipanggil namanya tapi dia berada di belakang, maka SKCKnya diberikan secara berantai dari orang yang berada di depan loket sampai orang yang bersangkutan. Setelah itu orang yang sudah menerima SKCK akan menyerahkan uang administrasi Rp 50.000 yang akan diberikan secara berantai juga kepada petugas loket. Hehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum istirahat saya dan Bapak masih meminta tolong untuk mencarikan SKCK dengan nama saya diantara tumpukan SKCK yang sudah jadi kepada petugas. Sampai petugasnya bosan sendiri karena kami terus bertanya. ”Kalau gak ada di tumpukan ini (SKCK yang sudah jadi), berarti jadinya besok”, begitu selalu jawaban dari petugas. Tapi saya dan Bapak tidak putus semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat kami tetap menunggu di depan loket, memperhatikan *setengah melotot petugas yang membagikan SKCK.  Sekitar pukul 3 sore, akhirnya nama saya dipanggil juga. Rasanya lega bukan main. Perjuangan kami * yang tidak tahu malu^^ ternyata tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang dalam pikiran apa saja yang harus saya lakukan setelah ini. Besok mengumpulkan berkas, dan minggu depannya menghadapi ujian CPNS, bersaing dengan ribuan orang.&lt;br /&gt;Ah tapi itu semua masih bisa menunggu. Dalam perjalanan pulang, saya dan Bapak mampir makan di sebuah warung Sunda sekitar jalan Kaliurang. Nasi timbel plus ayam bakar dan es cendol cukup menghapus lelah kami hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sehat ^ ^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-5331524308402230066?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/5331524308402230066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/12/perjuangan-jadi-abdi-negara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5331524308402230066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5331524308402230066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/12/perjuangan-jadi-abdi-negara.html' title='Jadi Abdi Negara'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TP5dQXPq7cI/AAAAAAAAAD0/7Ng8A0Fyo9Q/s72-c/pencari%2Bkerja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-2886757504097837412</id><published>2010-09-29T09:02:00.007+07:00</published><updated>2010-12-12T12:29:42.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>157 to Grogol part2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNullSTU0MI/AAAAAAAAADE/mlAQjAMo0Pg/s1600/images-bus2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width:150px;height:120px;"src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNullSTU0MI/AAAAAAAAADE/mlAQjAMo0Pg/s200/images-bus2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538202226768793794" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak cara untuk meraih rupiah.Tapi ternyata cara-cara yang dipakai bisa membuat saya terkaget-kaget. 157 menjadi tempat berlangsungnya berbagai peristiwa yang bisa membuat geleng-geleng kepala. Kemarin di tengah-tengah 157, ada seorang bapak yang bercerita tentang apa yang baru saja dialaminya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak itu masuk dari belakang 157.Awalnya saya mengira dia hanya penumpang biasa. Tapi dia melewati kursi-kursi penumpang yang kosong begitu saja, dan berdiri di depan, di tengah-tengah 157.&lt;br /&gt;"Mohon maaf bapak-bapak dan ibu-ibu, apabila saya mengganggu perjalanan bapak ibu sekalian..", begitu bapak itu memberi pembuka untuk ceritanya.&lt;br /&gt;Dia lalu memperkenalkan diri dengan menyebut namanya. Dia bercerita bahwa beberapa hari yang lalu istrinya melahirkan anak pertama mereka yang telah ditunggu-tunggu selama 8 tahun di sebuah RSUD Dan istrinya ternyata melahirkan secara caesar dan dianastesi. ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit baginya yang hanya seorang buruh.&lt;br /&gt;Lalu bapak itu mengeluarkan foto dia bersama istrinya dan menyebutkan tanggal pernikahan mereka. Dia tidak menceritakan pada istri dan orangtuanya kalau dia mencari uang dengan cara ini.&lt;br /&gt;Saya ingat sekali wajah bapak itu, sangat mengiba. Dia terus bercerita, tidak peduli dengan lalu lalang penumpang yang baru saja naik dan melewatinya.&lt;br /&gt;Bapak itu lalu meminta keikhlasan dari para penumpang untuk menyumbang secukupnya..."Ikhlas dari Anda, Halal bagi kami", itu kata-kata yang saya ingat terus menerus diulang bapak itu.&lt;br /&gt;Dia melepaskan peci yang digunakannya dan kemudian mengulurkannya kepada para penumpang untuk meminta sedekah. Saat itu saya sudah harus turun, karena 157 sudah sampai di perempatan Grogol.&lt;br /&gt;Dalam hati saya berharap semoga bapak tadi tidak berbohong mengarang cerita yang bisa membuat banyak orang tersentuh itu hanya untuk memperoleh sedikit uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TKapYeNpsOI/AAAAAAAAAC0/qRUB8ikpwjQ/s1600/bus+animation.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 23px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TKapYeNpsOI/AAAAAAAAAC0/qRUB8ikpwjQ/s200/bus+animation.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523288230908768482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mana yang harus lebih dihargai.Bapak ini yang mungkin saja mengarang cerita bohong tapi setidaknya dia berusaha,atau mas-mas yang tampak segar bugar,namun mencari uang dengan mungkin saja berpura-pura menjadi orang tunarunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat dengan mas-mas itu.Apalagi dengan caranya mengamen. Dia tidak membawa alat musik apapun.Hanya bermodalkan tepuk tangan. Dia tidak menyanyikan lagu-lagu band yang sedang hits seperti anak-anak jalanan yang biasa mengamen. Hanya menyenandungkan kata bla..bla..bla..bla...bla..bla..bla..tapi tidak tampak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik.&lt;br /&gt;Seperti apa nada senandungnya pun saya masih ingat sampai sekarang.Miris hati saya melihatnya. Ada juga orang yang sudah putus asa berjuang dalam hidup, hingga tampak pasrah melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Jelas saja saya tidak akan memberikan uang pada mas-mas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berapa kali menyaksikan orang-orang yang "berjuang" di 157, saya dapat memilah mana saja orang yang layak saya bantu dan mana yang tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paling suka dengan pengamen jalanan yang suaranya bagus. Ada 2 kelompok pengamen yang sering saya temui di 157.&lt;br /&gt;Mas-mas yang terdiri dari 3 orang. Dua orang membawa gitar dan satu orang yang lebih gemuk dari lainnya membawa gendang.&lt;br /&gt;Mereka menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri dengan kata-kata yang menyentil dan bisa membuat kita tergelitik untuk memberi uang. Lumayan sebagai hiburan di tengah perjalanan pulang ^ ^...&lt;br /&gt;Ada lagi pengamen yang terdiri dari 2 orang..tapi lagu-lagu yang mereka nyanyikan selalu sama. Lagu pertama yang saya dengar dari mereka adalah lagu Ya, sudahlah milik Bondan Prakoso. Cukup bagus sampai akhirnya saya tertarik mendownload lagu itu..Hehe.&lt;br /&gt;Biasanya dilanjutkan dengan mereka menyanyikan lagu Pemuja Rahasia milik Sheila on 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sekali orang-orang yang saya temui..Anak-anak Punk yang mengamen,ibu-ibu yang menyanyi tembang lawas dengan suara yang kecil sekali sampai tidak ada yang mendengar sama sekali, penjual asongan, penjual alat memasukkan benang ke dalam jarum, penjual pisau, alat cukur, kanebo..., penjual buku..sampai tukang sulap.Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang paling unik yang saya temui adalah Mbah Wiro. Dia mengamen menyanyikan lagu-lagu Jawa dan berbicara terus memakai bahasa Jawa. Semoga selain saya juga ada penumpang yang mengerti apa yang dia bicarakan. Setelah menyanyi dia memberikan beberapa nasihat, dan diakhir khotbah singkatnya dia meminta keikhlasan para penumpang dan mendoakan setiap penumpang agar diberikan keselamatan dan kesuksesan. Bahkan dia juga mendoakan kota Jakarta agar tidak tertimpa bencana.&lt;br /&gt;Saya memberikan uang receh padanya, "Matur nuwun nggih cah ayu (sempat gr nih dipuji^ ^)...", lalu dia mendoakan saya agar selamat dunia akhirat masih dengan menggunakan bahasa jawa. Setiap penumpang yang memberikan uang juga dia doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Jempol (1 jempol pinjam kaki tetangga :p..) buat semua orang yang berjuang di 157. Dengan cara apapun, yang jujur maupun berbohong. Semoga orang yang mencari uang dengan cara tidak benar akan diingatkan untuk berubah, karena esensi kehidupan adalah menjalaninya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat^ ^..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-2886757504097837412?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/2886757504097837412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/09/157-to-grogol-part2.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2886757504097837412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2886757504097837412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/09/157-to-grogol-part2.html' title='157 to Grogol part2'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNullSTU0MI/AAAAAAAAADE/mlAQjAMo0Pg/s72-c/images-bus2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-4793754772109724149</id><published>2010-09-23T13:11:00.013+07:00</published><updated>2010-12-11T20:45:55.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>157 to Grogol part1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNumr4ms-GI/AAAAAAAAADc/fosB66o-t9g/s1600/images-bus2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNumr4ms-GI/AAAAAAAAADc/fosB66o-t9g/s200/images-bus2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538203439641458786" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap Senin-Sabtu sepulang kerja saya berjalan ke depan Ca****our Harmoni. Menunggu bis 157....ke Grogol...Terimakasih mbah Wiro, sudah menguatkan niat saya untuk menulis banyak kisah yang terjadi di sana...^ ^&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;157 ke Grogol sekitar pukul 4 tidak terlalu ramai, jika dibandingkan pada saat jam pulang kantor sesungguhnya yaitu jam 5.&lt;br /&gt;Untung jam pulang kantor saya di saat orang lain masih sibuk bekerja (lebih untung lagi kalau hari Sabtu juga libur....tapi ternyata tidak).&lt;br /&gt;Saya harus pulang tenggo,jam 4 teeeet..dengan batas toleransi kelebihan waktu 5-10 menit, kalau tidak ingin 157 sudah penuh dan saya tidak kebagian tempat duduk. Atau lebih parah lagi, terjebak macet di daerah Roxy.Bukan macet dengan kecepatan kendaraan 30 km/jam. Tapi macet total.&lt;br /&gt;Saat 157 sampai, saya naik. mencari tempat duduk kosong atau mencari posisi berdiri yang tepat. Kalau kita berdiri pada posisi yang tidak tepat, dapat menimbulkan pertengkaran kecil. Selama naik 157, sudah dua kali saya lihat orang bertengkar gara-gara posisi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TKaqU3j6qBI/AAAAAAAAAC8/kB7O4fWcV50/s1600/bus+animation.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 23px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TKaqU3j6qBI/AAAAAAAAAC8/kB7O4fWcV50/s200/bus+animation.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523289268505192466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara penumpang dengan penumpang..&lt;br /&gt;Mas-mas posisi berdirinya dekat pintu, ada Bapak-bapak dengan kumis tebal yang mau naik. Bapak-bapak yang mau naik meminta mas-mas itu untuk bergeser agar dia bisa lewat. Mungkin nada bicara bapak-bapaknya agak tinggi, mas-masnya jadi tersinggung...&lt;br /&gt;"Santai aj knapa sih lo?!?!"..mas-mas mulai membentak bapak-bapak. para penumpang yang berdesakan membuang muka, pura-pura tidak mendengar.&lt;br /&gt;Bapak-bapak itu masih dengan sabar menjelaskan, kalau mas-masnya tidak bergeser dia tidak bisa lewat.Tapi mas-mas itu masih saja mengeluarkan celetukan pedas.&lt;br /&gt;"kamu tau ga sih, itu ada orang yang sampai jatuh di depan pintu...gak bisa lewat!!!". Bapak-bapak mulai terbawa emosi.Hampir saja kedua orang itu adu jotos. Tapi ada penumpang yang berteriak menenangkan.."Udah ah..Tenang ya pak..sabar...".Akhirnya percekcokan mereda.&lt;br /&gt;Dalam 157 itu mungkin saya yang paling deg-degan kalau mereka adu jotos, karena posisi mereka persis di sebelah saya.=.=...Hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara kondektur dan penumpang...&lt;br /&gt;Angkutan umum di Jakarta tidak mengenal kata penuh.Pokoknya kalau masih ada tempat sejengkal untuk meletakkan kaki di dalam kendaran itu, kendaraan itu masih mengangkut penumpang.&lt;br /&gt;157 saja kalau berjalan tampak oleng ke kiri saking penuhnya.&lt;br /&gt;"ayo bu,pak, mba, mas, dek...geser ke belakang..masih kosong..", itu kata-kata yang selalu diucapkan kondektur jika ada penumpang yang baru naik.&lt;br /&gt;Kondektur memaksa penumpang yang berdiri untuk begeser ke tengah agar bisa mengangkut penumpang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;Suatu ketika di 157, kondekturnya meminta ibu-ibu untuk bergeser ke tengah.tiba-tiba 157 mengerem mendadak. Ibu-ibu itu hampir jatuh ke depan.. setelah kejadian itu kondektur masih menyuruh ibu-ibu untuk bergeser ke tengah. "sabar dikit kenapa sih!!!", dengan gusar ibu-ibu tadi berteriak...seisi 157 jadi terdiam..&lt;br /&gt;Kondekturnya masih saja menyuruhnya bergeser ke tengah (keukeh bener ni bapak kondektur)..&lt;br /&gt;percekcokan yang satu ini langsung reda, karena masih terbawa suasana lebaran. Langsung banyak penumpang yang berkata."sabar,sabar...masih suasana lebaran"..&lt;br /&gt;Kalau bisa baru lebaran atau tidak, percekcokan harus cepat diselesaikan..iya kan?^ ^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek sehabis bekerja...157 yang penuh..ditambah jalanan yang macet, membuat kepala tidak bisa berpikir jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi banyak cerita di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-4793754772109724149?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/4793754772109724149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/09/157-to-grogol-part1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/4793754772109724149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/4793754772109724149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/09/157-to-grogol-part1.html' title='157 to Grogol part1'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TNumr4ms-GI/AAAAAAAAADc/fosB66o-t9g/s72-c/images-bus2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-4755171723461033506</id><published>2010-07-24T11:41:00.014+07:00</published><updated>2010-12-11T20:48:31.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Selamat hari anak !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEp8VSWxV4I/AAAAAAAAACk/qP7UDt4p8-0/s1600/anak-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor:pointer;width:150px;height:120px;"src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEp8VSWxV4I/AAAAAAAAACk/qP7UDt4p8-0/s200/anak-anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497343000305555330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Banyak pihak yang menuding Hari Anak Nasional tahun ini terlalu banyak kado. Kado terburuk yang pernah ada. Mulai dari video berbau asusila artis-artis sampai konferensi pers artis yang diwarnai adegan seperti film remaja yang sedang dimabuk cinta. Tapi pernahkah kita menyadari memang selama ini sebagian besar anak-anak Indonesia tidak pernah menerima kado yang layak di hari istimewa ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore (tgl 23 Juli), saya pulang dari kantor dan menunggu bus jalur P157 ke arah Grogol. Saya tidak terlalu berharap bisa mendapatkan tempat duduk, karena pada jam-jam itu bus pasti penuh sesak. Setelah mencegat bus, saya naik dan untunglah mendapatkan kursi. Tapi saya harus rela duduk di tengah, di antara bapak dan ibu yang tubuhnya dua kali lebih besar dari saya.Hehe...&lt;br /&gt;Bus lalu mulai berjalan, penumpang banyak yang naik dan turun. Begitu juga dengan pengamen dan penjaja makanan.&lt;br /&gt;Ketika bis sampai di sebuah perempatan, ada seorang pengamen yang naik ke dalam bus. Dia membawa gitar kecil. Usianya sepertinya sama dengan adik saya yang baru mau masuk kuliah.&lt;br /&gt;Ketika beringsut ke tengah-tengah bus (agar nyanyiannya bisa di dengar seisi bus) dia melewati penumpang yang bergelantungan karena tidak mendapatkan tempat duduk. Ada satu penumpang yang merasa terganggu dan melihat ke arahnya dengan tatapan galak. Penumpang itu lalu sedikit menjauh. Menerima perlakuan seperti itu, adek pengamen ini tetap saja cuek.&lt;br /&gt;Lalu dia mulai sibuk menyanyikan lagu dengan gitarnya. Lagu ciptaannya sendiri karena belum pernah saya dengar sebelumnya di mana-mana. Lagu tentang putus cinta (selalu begitu...).&lt;br /&gt;Di tengah nyanyiannya ternyata adek pengamen ini sempat memberi tahu penumpang yang menatapnya galak tadi, kalau ada kursi kosong di belakang. Eh..yang diberitahu malah melihatnya dengan perasaan curiga dan tetap berdiri. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang adek perempuan kecil tiba-tiba muncul. Saya tidak melihatnya karena tingginya saja belum mencapai tinggi kursi bus. Tidak memakai sandal, baju daster merahnya melorot sebelah memperlihatkan kaos dalamnya. Juga tidak lupa ada ingus yang meler dari hidungnya. Adek kecil ini membagi-bagikan amplop lusuh pada penumpang sambil menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backing vokal&lt;/span&gt; pengamen yang sepertinya abangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memegang amplop yang diberikan adek kecil itu. Saya genggam erat. Ragu-ragu apakah amplop ini harus saya isi dengan uang? Tapi lalu saya teringat dengan gerakan yang melarang kita memberi uang pada pengamen dan pengemis. Saya urungkan niat memasukkan uang ke dalam amplop itu. Toh ini untuk kebaikan mereka juga, batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membagi-bagikan amplop, adek itu berdiri membelakangi kursi saya dan menghadap penumpang di kursi sebelah saya. Seorang bapak botak. Bapak ini menatap adek itu lama sekali sambil tersenyum kecil. Tatapan yang sangat berbeda dengan tatapan galak penumpang yang tadi. Tatapan penuh kasih sayang.Lagi-lagi yang ditatap bersikap cuek. Adek kecil ini masih sibuk jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backing vokal&lt;/span&gt; abangnya (kali ini lagu tentang bapak dan ibunya yang sudah tidak ada).&lt;br /&gt;Waktu melihat tatapan bapak itu, saya tersentuh. Mungkin selama hidupnya adek kecil ini hanya pernah mendapatkan sedikit tatapan penuh kasih sayang seperti itu. Tentu lebih banyak mendapatkan tatapan galak -ihhh...ngganggu amat sih- dari orang-orang di sekitarnya. Bisa jadi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menyanyi, adek kecil ini mengumpulkan amplop lusuh dari para penumpang. Waktu dia mengambil amplop dari tangan saya, saya perhatikan wajahnya. Tenyata di antara hidung dan bibirnya ada luka yang masih merah. Luka yang dibasahi ingus. Mungkin karena dia terjatuh waktu main di bawah kolong jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya serahkan amplop kosong saya. Bapak botak yang baik hati ternyata memasukkan uang ke dalam amplop. Entah berapa jumlahnya. Tapi tatapannya tadi tentu jauh-jauh lebih berharga. Kado Hari Anak yang tidak semua anak Indonesia bisa merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-4755171723461033506?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/4755171723461033506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/selamat-hari-anak-untuk-anak-yang-mana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/4755171723461033506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/4755171723461033506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/selamat-hari-anak-untuk-anak-yang-mana.html' title='Selamat hari anak !!!'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEp8VSWxV4I/AAAAAAAAACk/qP7UDt4p8-0/s72-c/anak-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-5081637181962235587</id><published>2010-07-23T11:49:00.002+07:00</published><updated>2010-11-10T15:45:28.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Segar'/><title type='text'>Masker dan gaya hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEkNz_GoHhI/AAAAAAAAACc/ZubbI-YciAs/s1600/2n0seg7.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEkNz_GoHhI/AAAAAAAAACc/ZubbI-YciAs/s200/2n0seg7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496940006946119186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalanan Jakarta di pagi hari tidak ada bedanya dengan siang hari. Pukul setengah tujuh pagi sudah dipenuhi asap kendaraan dan debu dimana-mana. Sampai tempat tujuan serasa ingin mandi lagi, membersihkan badan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kali saya ke Jakarta, saya sedikit merasa aneh melihat ada beberapa orang yang menggunakan masker di tempat-tempat umum, seperti di angkutan umum, di jalan-jalan. Saya kira waktu itu orang-orang mengantisipasi menjalarnya penyakit yang cepat menular dan berbahaya. Seperti SARS yang sempat heboh itu. Ada teman yang bilang kalau dulu dia pernah memakai masker selama perjalanan dari rumahnya hingga kantor. Namun karena rasanya pengap,sekarang dia tidak lagi memakainya.&lt;br /&gt;Tapi setelah merasakan sendiri udara Jakarta, saya merasa perlu menggunakan masker juga. Ternyata Jakarta adalah kota dengan tingkat polusi terburuk nomor 3 di dunia (setelah kota di Meksiko dan Thailand).&lt;br /&gt;Kadar partikel debu (particulate matter)yang terkandung dalam udara Jakarta adalah yang tertinggi nomor 9 (yaitu 104 mikrogram per meter kubik) dari 111 kota dunia yang disurvei oleh Bank Dunia pada tahun 2004. Uni Eropa menetapkan angka 50 mikrogram per meter kubik sebagai ambang batas tertinggi kadar partikel debu dalam udara.&lt;br /&gt;Jumlah hari di Jakarta yang bisa dinyatakan sehat juga ternyata sangat sedikit.Pada tahun 2002, Jakarta dinyatakan sehat selama 22 hari. Pada tahun 2003, Jakarta dinyatakan sehat hanya selama 7 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masker yang tersedia dipasaran beraneka ragam jenisnya. Dengan motif yang beragam pula(ada yang motif batik lho). Bisa di mix n match dengan warna pakaian juga buat yang mau tetap tampil cantik walaupun sedikit sesak napas.&lt;br /&gt;Ada pula masker yang biasanya digunakan dokter atau perawat, yang berwarna hijau. Kalau masker jenis ini hanya bisa sekali pakai dan langsung dibuang. Kebersihannya akan lebih terjaga.&lt;br /&gt;Pengalaman saya yang menggunakan masker dari kain, kalau tidak rajin-rajin dicuci malah mendatangkan masalah lain -wajah jadi berjerawat-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dirasa sangat perlu, namun belum semua orang merasakan pentingnya menggunakan masker. Saya yang menggunakan masker dalam perjalan dari tempat tinggal ke kantor selama kurang lebih 30 menit, terkadang mendapati beberapa orang yang mengamati saya. Mereka mungkin heran mengapa saya harus memakai masker yang membuat saya terkesan membatasi diri dengan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Saya sendiri dapat merasakan manfaat menggunakan masker. Hidung tidak perlu mencium bau asap kendaraan dan debu. Tangan tidak sibuk menutup hidung, jadi saya bebas beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau memakai masker atau tidak, itu pilihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-5081637181962235587?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/5081637181962235587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/masker-sebagai-gaya-hidup2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5081637181962235587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/5081637181962235587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/masker-sebagai-gaya-hidup2.html' title='Masker dan gaya hidup'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TEkNz_GoHhI/AAAAAAAAACc/ZubbI-YciAs/s72-c/2n0seg7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-7085302789345578237</id><published>2010-07-23T09:29:00.002+07:00</published><updated>2010-07-24T12:40:04.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><title type='text'>salam sehat ^ ^</title><content type='html'>bagaimana kabar teman2 smua?&lt;br /&gt;semoga dalam keadaan sehat selalu^ ^&lt;br /&gt;blog ini dibuat karena melihat banyak orang2 terdekat saya (bapak,ibu,eyang kakung, eyang putri, pakde, bude, om , tante, dll)yang mengalami masalah kesehatan sehari-hari.&lt;br /&gt;mulai dari sakit pinggang, sakit perut, sakit kepala, dan lainnya&lt;br /&gt;hanya sakit sepele tapi kalau disepelekan juga akan menjadi penyakit yang tidak dapat disembuhkan walaupun sudah berobat kemana-mana dan menghabiskan banyak uang.&lt;br /&gt;selain penyakit sepele secara fisik, rasanya kita juga tidak bisa menyepelekan kesehatan rohani kita.hati yang gembira menjadi kunci hidup sehat dan selalu optimis.&lt;br /&gt;saya ingin berbagi banyak informasi tentang berita kesehatan jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat..^ ^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-7085302789345578237?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/7085302789345578237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/bagaimana-kabar-teman2-smua-semoga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7085302789345578237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7085302789345578237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/07/bagaimana-kabar-teman2-smua-semoga.html' title='salam sehat ^ ^'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-7285618766662599312</id><published>2010-06-26T09:11:00.008+07:00</published><updated>2010-11-10T16:00:08.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>tak termaafkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCVyIQcf2RI/AAAAAAAAACE/ReQIRCm-hzs/s1600/soc_a_ghiggia01_576.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCVyIQcf2RI/AAAAAAAAACE/ReQIRCm-hzs/s200/soc_a_ghiggia01_576.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486917207199832338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi para penggemar bola, tentu mengenal Barbosa. Kiper Timnas Brazil di Piala Dunia tahun 1950, yang karena kesalahannya dia merasa dihukum seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Moacir Barbosa Nascimento&lt;/span&gt; lahir pada tanggal 27 Maret 1921. Dia merupakan kiper terbaik di era tahun 1940-1950an. Ciri khasnya adalah tidak menggunakan sarung tangan, karena dia ingin merasakan bola dengan tangan telanjangnya.&lt;br /&gt;Piala Dunia tahun 1950 dimana Brazil menjadi tuan rumahnya, merupakan akhir dari segalanya.&lt;br /&gt;Pertandingan final antara Brazil dan Uruguay dilangsungkan di stadion Maracana yang sudah penuh dengan 200ribu orang. Pesta-pesta kemenangan sudah disiapkan masyarakat Brazil...mereka sangat yakin bisa menang. Sebelumnya Brazil telah membabat Spanyol dan Swedia dengan skor 7-1 dan 6-1.&lt;br /&gt;Di pertandingan final itu Brazil dan Uruguay sempat imbang, 1-1 di awal babak kedua. Namun suporter Brazil masih yakin Brazil akan menang.&lt;br /&gt;Gol penentu datang pada menit ke-81 dari Alchides Ghigia, dan tak dapat ditepis oleh Barbosa. Skor 3-2 untuk kemenangan Uruguay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion diselimuti kesepian yang mengerikan ketika wasit meniupkan peluit, tanda pertandingan berakhir. Ada satu kalimat dari Alchides Ghigia karena peristiwa ini :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Only three people in history have managed to silence the Maracana with a single gesture: the Pope, Frank Sinatra and I"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Hanya ada 3 orang yang dapat membuat keheningan di Maracana dengan satu gerakan. Paus, Frank Sinatra, dan saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Uruguay ini membuat masyarakat Brazil terpukul, bahkan ada beberapa fans yang bunuh diri.&lt;br /&gt;Saat itu memang Brazil masih didominasi oleh orang kulit putih, dan menjadi sangat mudah menanggungkan semua kesalahan pada Barbosa yang berkulit hitam.Banyak pihak yang menyalahkannya, dan banyak penolakan yang diterimanya.&lt;br /&gt;Pernah suatu kali saat dia berjalan-jalan, ada seorang ibu yang menunjuk padanya dan berkata "Ini dia orang yang membuat seluruh rakyat Brazil menangis".&lt;br /&gt;Penolakan yang paling menyedihkan adalah pada saat Barbosa mengunjungi timnas Brazil yang akan bertanding di Piala Dunia 1994. Dia ditolak oleh pelatih timnas Brazil saat itu, Mario Zagallo. Barbosa dianggap membawa kutuk dan sial.&lt;br /&gt;Rakyat Brazil sudah melupakan kegagalan Brazil di Piala Dunia tahun 1974,1978, dan 1988. Namun tidak akan pernah melupakan kekalahan di Tahun 1950 ini.&lt;br /&gt;Barbosa hidup ditengah caci maki orang-orang disekitarnya. Teman-temannya juga meninggalkannya satu per satu. Dia menjadi seorang pesakitan.&lt;br /&gt;Teresa Borba, karib Barbosa yang masih setia menemaninya, bersaksi, ''Barbosa bahkan menangis di bahuku dan hingga kematiannya dia selalu berkata: Aku tidak bersalah, saat itu kami bersebelas, bukan hanya aku seorang!''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbosa meninggal dunia pada 8 April 2000 di usia 79 karena serangan jantung, dan hampir tanpa kekayaan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa rakyat Brazil begitu sulit memaafkan kesalahan Barbosa? Sebab sepakbola adalah suatu kebanggan bagi negara tersebut.&lt;br /&gt;Tapi apakah kesalahan itu tak dapat dimaafkan?&lt;br /&gt;Setiap sudut kehidupan memiliki resiko. Seorang kiper mempunyai resiko kemasukan bola ke gawangnya. Seorang dokter mempunyai resiko gagal melakukan operasi. Seorang petugas KA memiliki resiko salah menginformasikan jadwal kereta hingga terjadi kecelakaan (tragedi bintaro).&lt;br /&gt;Kita sudah tidak perlu menyalahkan mereka lagi. Meskipun kesalahan tersebut menyangkut kepentingan banyak orang. Kesalahan yang mereka perbuat sudah menjadi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan &lt;/span&gt;(Andrew Jackson)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-7285618766662599312?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/7285618766662599312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/kesalahan-yang-tak-termaafkan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7285618766662599312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7285618766662599312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/kesalahan-yang-tak-termaafkan.html' title='tak termaafkan?'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCVyIQcf2RI/AAAAAAAAACE/ReQIRCm-hzs/s72-c/soc_a_ghiggia01_576.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-446445056810814085</id><published>2010-06-23T11:12:00.008+07:00</published><updated>2010-07-07T14:48:03.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Tempat Bermain yang Kurang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCMSrmDMhDI/AAAAAAAAABQ/4zmsOiAJ7eo/s1600/ahmaddolananengklek.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCMSrmDMhDI/AAAAAAAAABQ/4zmsOiAJ7eo/s200/ahmaddolananengklek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486249311225021490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu kita kecil sepulang sekolah kita sering sekali bermain lompat tali, bermain engklek, bermain bola, bermain benthik.&lt;br /&gt;Bagi saya yang besar di kota kecil, saya masih bisa bermain di lapangan depan rumah dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah dari kebiasaan bermain di masa kecil itu. Adek-adek kita saat ini juga masih memainkan permainan yang sama seperti kita dulu. Yang membedakan hanya saat ini sudah sulit ditemukan lapangan yang luas untuk bermain. &lt;br /&gt;Apalagi di Jakarta yang penuh ini.&lt;br /&gt;Gang-gang perumahan sangat sempit dan lahan yang dulunya lapangan tempat bermain sekarang sudah dibangun mall, pusat perbelanjaan, apartemen atau kompleks perkantoran.&lt;br /&gt;Kalaupun ada yang tersisa, ya hanya di depan rumah di gang sempit itu.Itu pun tidak leluasa karena ada orang berlalu lalang, tukang siomay berlalu lalang, motor dan sepeda berlalu lalang, sampai kucing juga berlalu lalang (disini banyak &lt;br /&gt;sekali kucing ^ ^).&lt;br /&gt;Seperti di gang dekat dengan kostan saya.&lt;br /&gt;Di tempat bermain yang tersisa itu, mereka sering bermain engklek. Engklek sering juga disebut dengan Tiplek atau Ciplek gunung. Permainan ini dimainkan dengan cara menggambar gunungan di tanah atau dengan kapur di jalan beraspal. Pernah suatu kali, sewaktu saya akan membeli makan di salah satu gang, saya melihat jalanan di gang itu sudah penuh dengan gambar kapur gunungan. Gambar gunungan itu akan hilang jika nanti ada seseorang yang menyiram tanaman dan jalan, tapi esok harinya pasti ada lagi. &lt;br /&gt;Selain permainan engklek, adek-adek kita itu juga sering bermain karet gelang. Siapa yang bisa meloncati tali dari untaian karet gelang dengan ketinggan yang paling tinggilah yang menang.&lt;br /&gt;Adek-adek yang balita tidak mau ketinggalan. Mereka naik ke odong-odong sambil diawasi oleh ibunya. Kalau di sore hari, mereka naik odong-odong sambil disuapi makanan.&lt;br /&gt;Kesempatan yang bagus bagi penjual jajanan untuk mengiming-imingi adek-adek itu dengan pisang coklat, siomay, bakso, martabak telor, dll. &lt;br /&gt;Kalau semua orang berkumpul jadi satu di jalan-jalan gang itu serasa ada pasar malam dadakan ^ ^. Apalagi kalau malam minggu. Pernah timbul rasa penasaran dalam hati, kira-kira berapa ya jumlah anak di tiap rumah, karena jumlahnya banyak sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat bermain yang sempit dan seadanya membuat adek-adek kita itu lebih "kreatif" mencari permainan.&lt;br /&gt;Di dekat salah satu pusat perbelanjaan, ada sedikit tempat lumayan luas dan dikelilingi area perkantoran. Anak-anak kecil bermain bola di tempat itu dengan memanfaatkan troli dorong pusat perbelanjaan sebagai gawang. Kalau bosan bermain bola, mereka duduk-duduk di jembatan yang ada kali dengan air kotornya di bagian bawah. Kadang-kadang sambil melemparkan kerikil atau batu ke kali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan senang melihatnya. Paling tidak dalam keadaan terbatas mereka masih bisa menikmati masa kecilnya. &lt;br /&gt;Tapi juga ada perasaan miris, karena sebenarnya mereka dapat memperoleh lebih dari itu. Tempat bermain yang layak dan fasilitas yang lengkap.&lt;br /&gt;Sayangnya yang mampu membangun tempat-tempat seperti itu lebih memilih untuk membangun mall yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir anak-anak kelas menengah ke atas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapan ya di beberapa sudut kota ada taman bermain anak yang hijau, lengkap, dan....tidak berbau kapitalisme?&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;salam sehat ^ ^ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-446445056810814085?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/446445056810814085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/tempat-bermain-yang-kurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/446445056810814085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/446445056810814085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/tempat-bermain-yang-kurang.html' title='Tempat Bermain yang Kurang'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCMSrmDMhDI/AAAAAAAAABQ/4zmsOiAJ7eo/s72-c/ahmaddolananengklek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-8387175848930930082</id><published>2010-06-21T13:56:00.010+07:00</published><updated>2010-07-07T14:48:03.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Kamu Sangat Berharga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCGNoFLnRKI/AAAAAAAAABI/W8zZg2k0M3g/s1600/money1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCGNoFLnRKI/AAAAAAAAABI/W8zZg2k0M3g/s200/money1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485821540839146658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamu tetap berharga bahkan ketika kamu atau orang lain menganggap dirimu tidak berharga.&lt;br /&gt;Nilaimu tidak akan pernah berkurang..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu panas yang terik di pedalaman Afrika(jauh dari keramaian piala dunia ^ ^), tempat kediaman suku-suku tertinggal tampak terbang sebuah pesawat.&lt;br /&gt;"BUKK..!!!", Pesawat itu menjatuhkan sebuah peti raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa penasaran kepala suku mendekati peti itu ditemani beberapa orang kepercayaannya. Mereka membawa tombak dan pedang, berjaga-jaga apa yang akan keluar dari peti tersebut. Apakah macan yang sangat kelaparan atau ular yang sangat berbisa.&lt;br /&gt;Setelah mendekati peti tersebut, kepala suku berusaha membuka tutup peti dibantu dengan anak buahnya. mereka mengacung-acungkan senjata yang mereka bawa. Salah satu anak buahnya membuka tepian peti dengan menggunakan tombak.&lt;br /&gt;Ketika tutup peti terbuka, semua orang bersiaga dengan senjatanya masing-masing.&lt;br /&gt;Setelah keheningan mencekam dan mereka menunggu lama, dengan rasa penasaran suku pedalaman itu menengok ke dalam peti.&lt;br /&gt;Tidak ada macan yang kelaparan atau ular yang berbisa, yang ada hanya lembaran kertas persegi panjang dalam jumlah sangat banyak dengan gambar-gambar simbol yang menurut mereka sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari datanglah segerombolan peneliti ke pemukiman suku pedalaman tersebut. Mereka sangat gembira akhirnya mereka menemukan suku pedalaman yang mereka cari selama ini. Kepala suku menyambut mereka dan menjamu mereka dengan makanan lezat.&lt;br /&gt;Kepala suku lalu memperlihatkan berbagai kerajinan yang mereka punyai dengan bangga.&lt;br /&gt;Ada berbagai hiasan ukiran dan manik-manik. Banyak kerajinan tanah liat dan pahatan kayu. &lt;br /&gt;Namun betapa terkejutnya para peneliti itu melihat apa yang tertempel di rumah-rumah suku pedalaman, dan bertambah terkejut lagi saat menyadari apa yang menjadi alas duduk mereka. Mereka lalu menanyakan dari mana suku ini bisa mendapatkan kertas-kertas itu. Kepala suku menceritakan ada sebuah burung yang sangat besar menjatuhkannya peti raksasa dari langit, dan isinya hanya kertas-kertas itu. Karena terlalu banyak jumlahnya, kepala suku menyuruh rakyatnya memanfaatkan kertas-kertas itu sesuai keinginan mereka.Ada yang menggunakannya untuk alas duduk, alas peralatan makan, atau hanya menempelkannya di dinding-dinding rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti menggeleng-gelengkan kepala keheranan karena yang suku pedalaman itu gunakan sebenarnya adalah lembaran kertas 100 dolar.&lt;br /&gt;Seberapa kerasnya pun para peneliti itu menjelaskan nilai kertas-kertas yang suku pedalaman itu gunakan mereka tetap tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu merasa sangat tidak berharga?&lt;br /&gt;Pernahkah terpikirkan perasaan tidak berharga itu datang dari mana? Apakah dari penilaian diri kamu sendiri atau dari penilaian orang lain?&lt;br /&gt;Bagaimanapun penilaianmu atau penilaian orang lain terhadapmu, nilaimu akan tetap sama.&lt;br /&gt;Seperti lembaran 100 dolar itu yang tidak dianggap berharga oleh suku pedalaman, namun sampai kapan pun nilainya akan tetap 100 dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan tiap mahluknya tidak dalam keadaan tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sehat^ ^ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-8387175848930930082?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/8387175848930930082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/kamu-sangat-berharga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8387175848930930082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8387175848930930082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/kamu-sangat-berharga.html' title='Kamu Sangat Berharga'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TCGNoFLnRKI/AAAAAAAAABI/W8zZg2k0M3g/s72-c/money1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-2623104231701795076</id><published>2010-06-17T13:45:00.005+07:00</published><updated>2010-12-12T13:49:51.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Damai'/><title type='text'>Jangan menyerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBssbrC9_aI/AAAAAAAAAA4/op9k42fbVbY/s1600/ppw0708032.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBssbrC9_aI/AAAAAAAAAA4/op9k42fbVbY/s320/ppw0708032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484025825176976802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa suruh datang Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang sudah lama tidak saya dengar..&gt;&lt;&lt;br /&gt;Tapi sangat sesuai dengan keadaan saya sekarang.&lt;br /&gt;Kalau ditanya kenapa ke Jakarta, jawabannya hanya satu untuk bekerja&lt;br /&gt;dan untuk beberapa tahun ke depan alasannya hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama tinggal di Jakarta, satu yang pasti saya tidak akan menjadikan kota ini sebagai kota tujuan akhir (menghabiskan masa tua)..hehe..&lt;br /&gt;dengan banyak alasan.&lt;br /&gt;Mulai dari kurangnya kebersihan, polusi, panas, keamanan, masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Tapi tinggal di Jakarta selama setengah tahun ini membuat saya melihat banyaknya orang yang berjuang untuk kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang datang ke Jakarta ini, rela melakukan apa saja asal bertahan hidup.&lt;br /&gt;Penjual gorengan, bakso, siomay, empek-empek, pisang coklat^ ^..buka warteg, PRT, joki 3in1, pengamen, sampai yang tidak mengeluarkan tenaga dan modal sedikit pun...pengemis. Apa saja dilakukan buat menghasilkan rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan terdekat tempat saya tinggal saat ini sebagai contohnya. Penjaga kos yang saya huni, dia tinggal bersama suami dan dua orang anaknya, satu menantu dan satu orang cucu.&lt;br /&gt;Mereka tinggal di salah satu deretan rumah triplek tidak jauh dari kos-kosan saya. Deretan rumah-rumah triplek itu dibangun merapat ke pagar tembok bangunan di sebelahnya, sedikit memakan jalan. Dibangun darurat seadanya yang penting bisa untuk tidur. &lt;br /&gt;Luas rumah penjaga kos saya itu hanya 2x3 meter. Tidak berbeda dengan tetangga kanan kirinya yang sebagian besar adalah pemulung. Namun keadaannya lebih baik, karena di dalamnya ada tv dan kulkas.Juga sudah diterangi dengan lampu. Rumah itu juga lebih bersih karena dicat putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sesepuh penghuni kos, deretan rumah triplek itu baru ada dua tahun belakangan ini, dan belum pernah ada penggusuran. Tidak terbayang bagaimana nasib mereka kalau ada trantib. Padahal kalau mereka pulang ke daerah asal keadaan mereka bisa lebih baik dari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana menjelang sore di sekitar rumah-rumah triplek itu terlihat santai.Anak-anak kecil dan orang tua biasanya menggelar koran di seberang rumah triplek mereka,yang sebenarnya bagian depan rumah orang lain. Lalu mereka duduk-duduk di situ dan kadang-kadang sambil berbaring santai.Tidak peduli dengan lalu lalang kendaraan, dan orang. Juga tidak peduli dengan bau sampah yang menggunung di dekat situ.Di sore hari biasanya juga waktunya anak-anak untuk mandi. Mereka mandi dengan air seadanya dari ember yang sudah lumutan, yang biasanya juga dipakai ibu mereka untuk mencuci baju, piring, atau mencuci sayur sebelum dimasak di dapur darurat mereka (di luar rumah).Tidak menyangka pemandangan seperti ini hanya berjarak beberapa kilometer dari istana negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebetulan berjalan di dekat situ sepulang kerja bisa memberikan semangat tersendiri. Setelah seharian bekerja dan mungkin ada masalah dalam pekerjaan semangat jadi menurun. Tapi ketika melihat mereka masih bisa mengobrol sambil tertawa rasanya masalah yang saya hadapi belum seberapa dibandingkan mereka.&lt;br /&gt;Ada perasaan bersalah ketika saya mengeluhkan keadaan saya. Kalau dengan keadaan saya yang sudah dianggap berkecukupan ini saya masih mengeluh, lalu bagaimana seharusnya mereka bersikap? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta memang bukan tempat tenang untuk tidur lelap malam hari, tapi tempat yang akan selalu mengingatkan saya untuk jangan pernah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-2623104231701795076?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/2623104231701795076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/jangan-menyerah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2623104231701795076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/2623104231701795076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/jangan-menyerah.html' title='Jangan menyerah'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBssbrC9_aI/AAAAAAAAAA4/op9k42fbVbY/s72-c/ppw0708032.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-8011140050625264541</id><published>2010-06-17T11:44:00.002+07:00</published><updated>2010-06-17T11:45:11.246+07:00</updated><title type='text'>Share...share....</title><content type='html'>Ilmu yang banyak tapi kalau tidak dibagikan apalah gunanya...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk bagi-bagi tips n pengalaman kalian disini:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-8011140050625264541?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/8011140050625264541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/shareshare.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8011140050625264541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/8011140050625264541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/shareshare.html' title='Share...share....'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5715123277813212685.post-7041410725354962678</id><published>2010-06-15T11:39:00.031+07:00</published><updated>2010-12-11T21:14:33.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Segar'/><title type='text'>Berapa gelas air putih hari ini?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBrwokzsGzI/AAAAAAAAAAw/_lJTuc5vrdc/s1600/air2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width:180px;height:150px;"src="http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBrwokzsGzI/AAAAAAAAAAw/_lJTuc5vrdc/s320/air2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483960076142910258" /&gt;&lt;/a&gt; Kebiasaan meminum air putih sangat berpengaruh dalam aktivitas kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Bagi kamu yang beraktivitas di dalam maupun luar ruangan, sangat disarankan untuk mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari.Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Menurut kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe minumlah air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.Tidak terbayangkan dong pekerjaan banyak yang terbengkalai karena tubuh lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sudah berapa gelas air putih kamu minum hari ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sayur), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kamu yang baru meminum air putih 2 gelas hingga di siang hari,kamu harus waspada.&lt;br /&gt;Kalau kamu tetap mempertahankan kebiasaan buruk ini suatu saat nanti kamu akan merasakan sakit pada bagian pinggul yang menandakan permasalahan pada ginjal.&lt;br /&gt;Jika rasa nyeri ini kamu abaikan, bisa-bisa berujung pada cuci darah atau cangkok ginjal...kalau sudah sampai tahap itu pasti baru kita berpikir kenapa tidak rajin meminum air putih sebelumnya ya. Padahal tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan biaya sekali cuci darah mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Bila cuci darah harus rutin minimal 8-10 kali per bulan, artinya harus tersedia dana sekitar Rp 4 juta per bulan, atau Rp 48 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nih ada beberapa manfaat dari meminum air putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperlancar Sistem Pencernaan&lt;br /&gt;Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perawatan Kecantikan&lt;br /&gt;Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 - 10 gelas sehari.&lt;br /&gt;Buat teman2 yang beraktivitas di dalam ruangan yang ber-AC, sebaiknya mengkonsumsi air lebih banyak. Udara dingin mengakibatkan kulit menjadi cepat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk Kesuburan&lt;br /&gt;Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.&lt;br /&gt;Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyehatkan Jantung&lt;br /&gt;Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sebagai Obat Stroke&lt;br /&gt;Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Efek Relaksasi&lt;br /&gt;Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menguruskan Badan&lt;br /&gt;Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tubuh Lebih Bugar&lt;br /&gt;Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Penyeimbang tubuh .&lt;br /&gt;Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini biasakanlah untuk meminum air putih setiap bangun tidur di pagi hari. Bagi yang belum terbiasa mungkin akan merasakan mual saat minum. Mulailah dengan minum setengah gelas setiap pagi.Lalu&lt;br /&gt;jika sudah terbiasa sedikit demi sedikit mulai ditambahkan jumlahnya.satu gelas.satu gelas. Sampai paling tidak setiap pagi kita bisa meneguk 2 gelas perhari.Memang sulit bagi yang belum terbiasa..tapi dengan mengingat manfaatnya dikemudian hari, itu dapat menjadi motivasi yang ampuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehat ^ ^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5715123277813212685-7041410725354962678?l=sehatituberkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1870490-10-manfaat-air-putih/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/feeds/7041410725354962678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/berapa-gelas-air-putih-hari-ini.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7041410725354962678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5715123277813212685/posts/default/7041410725354962678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehatituberkat.blogspot.com/2010/06/berapa-gelas-air-putih-hari-ini.html' title='Berapa gelas air putih hari ini?'/><author><name>deew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475779969764974348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kYhHuULXSK0/TBrwokzsGzI/AAAAAAAAAAw/_lJTuc5vrdc/s72-c/air2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
